‎Bro Rivai: Pemimpin Jaman Now Harus Bervisi Maritim

oleh
alterntif text

Makassar, Matasulsel – Potensi maritim Sulsel teramat besar dan selama ini kurang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Untuk itu, ke depan, pemimpin Sulsel jaman now harus bervisi maritim.

Demikian pernyataan Bakal Calon Gubernur Sulsel, Abdul Rivai Ras (Bro Rivai) terkait visi misinya maju di Pilgub Sulsel mendatang, Minggu (17/12/2017).

Menurut pakar pertahanan maritim dari Universitas Pertahanan (Unhan) ini, wilayah Sulsel terletak di antara dua‎ selat, yakni Selat Makassar dan Selat Bone yang kaya akan ekosistem perikanan dan potensi migas.

Letak ibukota provinsi, Kota Makassar, yang berada tepat ditengah-tengah Indonesia juga menyimpan potensi ‎perhubungan laut yang lebih besar dibanding pelabuhan-pelabuhan di pulau jawa dan sumatera.

“Bila dikelola dengan baik dan terarah, sektor maritim Sulsel bisa memberikan kontribusi yang besar sekaligus menjadi penopang bagi pembangunan nasional dan daerah‎ yang kini sedang menghadapi tantangan ekonomi global,” kata Bro Rivai.

Karena itu, pemimpin Sulsel jaman now, harus membangun kebijakan easy doing business agar investasi berkembang pesat dan menempatkan sektor maritim sebagai unggulan. Misalnya dengan mengembangkan sektor industri perikanan dan kelautan, transportasi yang meliputi perluasan jaringan konektivitas dan pelabuhan daerah, serta parawisata bahari.

Indonesia merupakan negara kepulauan dimana laut menjadi basis utama kegiatan ekonomi masyarakatnya. Hal itu tercermin dalam sejarah dan budaya masyarakat Indonesia.

Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 dijiwai oleh prinsip tersebut. Olehnya, Pemerintah RI‎ kala itu bersikukuh untuk tidak membuka akses lautnya sebagai wilayah laut internasional. Tentu untuk menjaga kekayaan laut Indonesia dari eksplorasi ilegal pihak asing.

“‎Kini Indonesia seolah olah membelakangi laut, padahal mestinya laut menjadi beranda depan kita. Karena itu kita harus mengembalikan kejayaan maritim dengan penuh semangat dan kerja nyata, dimulai dari Sulsel,” ‎imbuh Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia ini. (*)