oleh

Cegah Covid-19, LPOI Dan LPOK Nyatakan Sikapnya ke Pemerintah di Jakarta

Jakarta, Matasulsel – Siaran Pers terkait pernyataan sikap Dukungan Lembaga Persahabat Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) terhadap Pemerintah dalam rangka pencegahan Covid-19 (Corona), yang dihadiri wartawan lebih kurang 15 orang, penanggung jawab Prof.DR.K.H. Said Aqil Siroj. MA (Ketum LPOI) di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jl.Kramat 6 No 14A, Kel. kenari, Kec. Senin, Jakarta Pusat.(3/4/2020)

kegiatan Siaran Pers tersebut dihadiri oleh tokoh- tokoh 14 Ormas Islam tergabung dalam LPOI dan 6 Ormas LPOK, yaitu Ormas NU, Persatuan Islam, Al Irsyad, Al Islamiyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Peesatuan Islam Tionghoa Indonesia, IKADI, Az Zikra, Syarikat Islam Indonesia, Al Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Persatuan Umat Islam, HBMI, Nahdlatu Wathan, PGI, KWI, Walubi, Permabudhi, PHDI, dan Matakin.

adapun isi dari pernyataan sikap yang disampaikan Prof.DR.K.H.Said Aqil Siroj. MA (Ketum LPOI), sbb :

1. Menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik dan bersama-sama menjaga kondisi sosial dengan tetap berada di rumah masing-masing demi keselamatan keluarga sekaligus juga membantu upaya pemerintahan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

2. Mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah Indonesia dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) :

a. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (physical/social distancing) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

b. Memberikan bantuan bagi masyarakat lapisan bawah yang terkena corona yang dikenal dengan 6 paket bantuan yaitu :

1) Peningkatan jumlah penerima maupun besaran manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
2) Kartu Sembako.
3) Kartu Prakerja.
4) Penggratisan Tarif Listrik Kapasitas 450 VA.
5) Diskon 50% kapasitas 900 VA selama 3 bulan.
6) Antisipasi kebutuhan pokok serta memberikan keringanan kredit.

3. Menghimbau kepada umat muslim untuk melaksanakan ibadah Shalat Jum’at, Shalat Terawih dan Shalat Idul Fitri-1941 H di rumah masing-masing serta tidak melaksanakan takbir keliling. Demikian pula terhadap umat non muslim untuk melaksanakan ibadah di rumah masing masing, sehingga dapat mengurangi potensi penyebaran Virus Corona.

4. Menghimbau masyarakat agar sebisa mungkin tidak melakukan mudik ke daerah masing-masing sesuai himbauan Pemerintah. Disamping itu LPOI dan LPOK juga sangat mendukung rencana kebijakan Pemerintah untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang tidak pulang mudik agar dapat merayakan hari raya di keluarga masing-masing.

5. Meminta agar seluruh pihak dapat menghilangkan stigma terhadap warga yang terpapar Covid-19 serta tidak ada politisasi dan komodifikasi atas krisis yang melanda bangsa ini. Hendaknya setiap umat beragama tidak mudah menerima atau percaya dan membagi hoaks (berita bohong) terkait pandemi Covid-19.

kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh perwakilan wartawan, yaitu :

1. Masih banyak ustadz dan kyai kampung yang melaksanakan Shalat Jum’at dengan dalih jangan takut pada Corona takutlah pada Allah SWT

Jawaban Kyai Said :

agar kita menaati peraturaan Pemerintah dengan melakukan Pencegahaan terhadap Covid-19, hal tersebut juga merupakan Perintah Allah SWT.

2. Apa hukumnya bagi orang yang melihat ada seseorang yang meninggal karena terpapar covid-19

Jawaban Kyai Said :

agar kita menghormati sesama umat islam dengan melakukan hal selayaknya seperti pada hukum islam pada jenazah muslim baik yang terkena covid-19, apabila kita tidak melakukan hal kemanusiaan pada jenazah tersebut maka kita satu desa terkena dosanya semua.

3. Apa himbauan LPOI terkait mudik lebaran tahun ini dan lokasi seperti masjid digunakan untuk tempat kumpul

Jawaban Kyai Said :

kalau daerah itu merupakan zona merah agar melaksanakan sholat di rumah masing-masing, karena hal itu sama saja.

Jawaban Kyai Lutfi A. Tamimi :

jangan sampai negeri ini hancur karena para pemfitnah baik yang bicara di TV maupun di media sosial, kami LPOI mendukung penuh keputusan Presiden terkait pencegahan Covid-19 dan kami sudah meminta pemerintah agar tidak dilakukan lockdown karena kami takut apa yang terjadi di India terjadi di Indonesia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.