Jalur Penghubung Menuju Tiga Desa Longsor, Relawan IBAS-ARP Terjunkan Alat Berat Evakuasi Material

  • Whatsapp
Alat Berat Berupa Excavator Diterjunkan Oleh Tim Relawan IBAS-ARP Ke Lokasi Longsor Yang Berada Di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (04/08/2020) Siang.

Matasulsel.com, Luwu Timur || Relawan IBAS-ARP kembali melakukan aksi sosial dengan menerjunkan satu unit alat berat (Excavator-red) untuk mengevakuasi material longsor yang memutus akses utama jalan penghubung ke tiga Desa, yaitu Desa Tawakua, Solo dan Desa Balirejo, yang berada di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (04/08/2020) Siang.

Dalam aksi sosial tersebut, Hj. Kartini Somba selaku Relawan IBAS-ARP dan pemilik alat berat menjelaskan bahwa aksi sosial ini semata mata kami lakukan atas inisiatif sendiri dan adanya permintaan masyarakat setempat yang mengeluh akibat jalan poros tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

Bacaan Lainnya

“Kasian masyarakat yang berada di empat Desa sekitar, mereka harus mencari jalan lain dan memutar lewat Angkona yang terbilang cukup jauh. Sementara jalan poros ini hanya memakan waktu 15 menit ketika mereka ingin ke pasar untuk membeli bahan pokok,” imbuh Hj. Kartini yang juga akrab disapa Hj. Mama Tri.

Jalan Poros Penghubung Tiga Desa Yang Tertimbun Tanah Longsor DI Desa Tarabbi Pada Bulan Mei 2020 Lalu.

Dia juga menambahkan bahwa kami Relawan IBAS-ARP selalu tanggap dalam hal kemanusiaan, apalagi ketika itu berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Perlu juga kami sampaikan bahwa aksi sosial ini kami lakukan bukan hanya dalam momen politik tetapi juga sebaliknya, pungkas Hj. Kartini.

Terpisah, Suprawoto salah satu tokoh masyarakat di Desa Tawakua menyampaikan sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan alat berat yang diterjunkan ke lokasi longsor.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan alat berat ini untuk membuat jalur alternatif yang menghubungkan tiga Desa. Motor saja sudah bisa lewat kami sangat bersyukur,” ungkap Suprawoto.

Diketahui, jalan poros yang menghubungkan tiga Desa ini longsor pada bulan Mei 2020 kurang lebih 100 meter. Alat berat dari Pemda Luwu Timur sempat melakukan perbaikan terhadap jalan poros penghubung ini, akan tetapi pada saat itu intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga alat berat tersebut pulang dan tidak pernah kembali lagi untuk melanjutkan perbaikan jalan.

Laporan : Nur Alam

Pos terkait