Jelang Hari Peduli Sampah Nasional, PT. CLM Bersama OKP Lakukan Baksos

  • Whatsapp

 

Luwu Timur, Matasulsel – Jelang momentum Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2020, PT. Citra Lampia Mandiri (PT.CLM) bersama beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) melakukan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dengan membersihkan fasilitas umum yang berada di beberapa tempat di Kecamatan Malili, Jum’at (19/02/2020) Pagi.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkan 21 Febuari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah untuk pertama kalinya.

Melalui momen tersebut, PT. CLM berinisiasi bersama beberapa OKP yang berada di Kabupaten Luwu Timur untuk melakukan kegiatan baksos dengan membersihkan beberapa fasilitas umum yang berada di ibukota Kecamatan Malili.

Supervisor Eksternal Department PT. CLM, Fauzi Lukman saat membuka kegiatan baksos tersebut mengatakan bahwa sampah masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat global.

“Saat ini Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar. Hal itu tak lepas dari perilaku dan sifat yang dilakukan kita sendiri sebagai manusia. Karena itu, melalui momen HPSN 2021 ini, kami dari PT.CLM akan terus berupaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” jelas Fauzi.

Selain itu juga, Direktur Eksternal PT. CLM, Ismail Achmad yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan komitmen PT. CLM di peringatan HPSN 2021 ini yakni, dengan terus mengagendakan bakti sosial atau kerja bakti secara rutin kedepan.

“Melalui momen HPSN 2021 ini, manajemen PT. CLM berkomitmen untuk terus melakukan agenda bakti sosial secara rutin dibeberapa tempat, khususnya di Wilayah pemberdayaan. Karena kami berharap, dengan kegiatan baksos yang rutin akan kita lakukan ini, secara langsung dapat menyadarkan masyarakat bahwa pentingnya menjaga kebersihan demi keberlangsungan ekosistem yang ada saat ini,” pungkas Ismail Achmad.

Diketahui, peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah. (*/ Mohammad Arif)

Pos terkait