oleh

Jembatan Pelangi Bantaeng “The Rainbow Bridge” di Resmikan

Bantaeng, Matasulsel – Suasana sunyi yang menyelimuti jembatan sungai bialo perbatasan antara bantaeng-bulukumba kini telah berubah. Hadirnya beragam warna warni hasil tangan kreatif pemerintah dan pemuda desa pattaneteang.

Dalam peresmian turut hadir H.Subhan Plt.Kadis Pariwisata Kab.Bantaeng, Kodim 1410 Bantaeng, Polres Bantaeng dan TA pendamping desa pada peresmian the rainbow bridge, kamis (25/05/2017).

Jembatan ini diberi nama “The Rainbow Bridge Of Bialo” oleh Pemerintah Desa pattaneteang.

Kepala Desa Pattaneteang Lukman mengatakan jembatan pelangi memiliki makna dan arti dalam dalam membangun desa secara bersama-sama.

“Filosopi pelangi bermakna berbeda warna namun tetap dalam satu garis mampu, sebagai semangat membangun desa dari pelosok dengan melibatkan seluruh unsur pemuda, masyarakat, petani,kaum perempuan dan lembaga desa demi tercapainya Pattaneteang menuju Desa wisata. Katanya.

Tempat berbeda, Plt. Kadis Pariwisata H. Subhan berharap desa-desa dibantaeng menghadirkan destinasi wisata yang mampu meningkatkan roda perekonomian sekaligus menciptakan tenaga kerja baru.

“Desa Pattaneteang telah memperlihatkan kita terkait simbol persatuan pemerintah dan pemuda desa dalam menghadirkan destinasi wisata skala desa yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

(abil/matasulsel)

Bantaeng, Matasulsel – Suasana sunyi yang menyelimuti jembatan sungai bialo perbatasan antara bantaeng-bulukumba kini telah berubah. Hadirnya beragam warna warni hasil tangan kreatif pemerintah dan pemuda desa pattaneteang.

Dalam peresmian turut hadir H.Subhan Plt.Kadis Pariwisata Kab.Bantaeng, Kodim 1410 Bantaeng, Polres Bantaeng dan TA pendamping desa pada peresmian the rainbow bridge, kamis (25/05/2017).

Jembatan ini diberi nama “The Rainbow Bridge Of Bialo” oleh Pemerintah Desa pattaneteang.

Kepala Desa Pattaneteang Lukman mengatakan jembatan pelangi memiliki makna dan arti dalam dalam membangun desa secara bersama-sama.

“Filosopi pelangi bermakna berbeda warna namun tetap dalam satu garis mampu, sebagai semangat membangun desa dari pelosok dengan melibatkan seluruh unsur pemuda, masyarakat, petani,kaum perempuan dan lembaga desa demi tercapainya Pattaneteang menuju Desa wisata. Katanya.

Tempat berbeda, Plt. Kadis Pariwisata H. Subhan berharap desa-desa dibantaeng menghadirkan destinasi wisata yang mampu meningkatkan roda perekonomian sekaligus menciptakan tenaga kerja baru.

“Desa Pattaneteang telah memperlihatkan kita terkait simbol persatuan pemerintah dan pemuda desa dalam menghadirkan destinasi wisata skala desa yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

(abil/matasulsel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed