oleh

Jubir NH-Aziz: Lebih Baik Urus Anak SMA Tak Bisa Membaca

Makassar, Matasulsel – Tanggapan dari Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid yang keliru tentang Rambu Solok terus dimanfaatkan tim kandidat lain sebagai upaya menjatuhkan elektabilitas pasangan NH-Aziz. Padahal, NH saat itu hanya tak mendengar jelas pertanyaan tentang Rambu Solok.

Jubir NH-Aziz, M Natsir menjelaskan upaya dari tim kandidat lain tersebut terkesan tak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Padahal, masih banyak konteks permasalahan yang lebih penting untuk diperhatikan.

Natsir mencontohkan, persoalan kesejahteraan, kesehatan hingga pendidikan seharusnya dapat disoroti. Seperti dampak dari program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang punya sisi negatif.

“Nah, lebih baik urus SKTB itu, laporannya ada 18 pelajar SMA yang sampai sekarang belum bisa membaca. Daripada mempersoalkan Rambu Solok sebagai serangan kepada kami,” ujarnya.

Adalah Agus Arifin Nu’mang (AN) yang mempertanyakan program SKTB yang digagas oleh Ichsan Yasin Limpo, saat masih menjabat sebagai Bupati Gowa dua periode. Persoalan SKTB pun kembali mencuat pasca debat kandidat II Pilgub Sulsel.

Sekadar diketahui, Ichsan Yasin Limpo saat menjabat sebagai Bupati Gowa, menghapus sistem pendidikan Baca, Tulis dan Berhitung (Calistung) untuk siswa kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar, Senin, 10 Agustus 2015 lalu. Ichsan menggantinya dengan program Imtaq Bermain.

Kebijakan ini juga merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) di Kabupaten Gowa. (*)

 width=

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed