oleh

Niat Anies Jual Saham Bir Anker Dihadang DPRD DKI

Jakarta, Matasulsel – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan proses pelepasan saham mereka di produsen minuman keras, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), rampung tahun ini. Pemprov DKI diketahui memiliki porsi 26,25 persen atau 210.200.700 lembar saham DLTA.

Sejumlah langkah pun sudah diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Salah satunya adalah dengan meleburkan saham DLTA milik Badan Pengelolaan Investasi Penanaman Modal (BP IPM) DKI Jakarta dengan saham yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.

Cara tersebut ditempuh Anies agar proses penjualan bisa lebih cepat dan mudah. Sebab, BP IPM Jaya yang sebelumnya merupakan satuan kerja di Pemprov DKI Jakarta sudah dibubarkan sejak tahun 2000 silam, namun memiliki saham kepemilikan di DLTA sebesar 2,91 persen.

Namun, langkah Anies itu ternyata tak berjalan mulus. Sebab, rencana itu ditentang oleh sejumlah politikus DPRD DKI  di Kebon Sirih.

Surat Anies untuk meminta restu DPRD DKI terkait pelepasan saham DLTA juga tak kunjung direspon. Surat itu dikirim Anies sudah hampir setahun yang lalu.

DPRD DKI Jakarta memberi pertimbangan agar Anies Baswedan mengurungkan niatnya untuk menjual saham DLTA. Alasannya, karena dividen yang diperoleh dari saham DLTA tiap tahunnya bisa menambah pendapatan untuk APBD DKI Jakarta.

Lalu berapa besaran uang yang masuk ke pundi-pundi Pemprov DKI Jakarta selama ini? Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) pada 2017 memutuskan membagi dividen sebesar Rp 208,17 miliar atau setara 74 persen dari total laba bersih tahun 2017 yang berjumlah Rp 279,7 miliar.

Pembagian dividen itu setara dengan Rp 260 per lembar saham. Pada tahun tersebut Pemprov DKI Jakarta memperoleh dividen sebesar Rp 48,57 miliar atas kepemilikan 186.846.000 lembar saham Delta Djakarta atau setara 23,34 persen.

Anies Sabar Tunggu Restu DPRD DKI

Meski tak mudah, Anies mengaku tetap akan melepas saham perusahaan Bir Anker tersebut. Bahkan dia akan menyampaikan kepada warga Jakarta terkait DPRD DKI Jakarta yang tak kunjung memberi restu, supaya rakyat juga menyampaikan aspirasi pada wakilnya di Kebon Sirih.

“Ya kita coba terus (lepas saham Delta). Kita berniat melaporkan itu. Kita laporkan kepada rakyat Jakarta bahwa wakil-wakil Anda ingin tetap memiliki saham bir, biar nanti warganya juga yang ikut menyampaikan aspirasi,” ujar Anies.

Karena, menurut Anies, pelepasan saham tersebut juga sesuai dengan keinginan masyarakat Ibu Kota.

Dia pun menegaskan Pemprov DKI Jakarta tak kan rugi dengan menjual saham bir itu. Sebab menurutnya, uang yang diperoleh dari dividen saham bir tak begitu besar.

“Ya itu lah. Nambahnya cuma segitu-segitu juga uangnya. Dana itu jauh lebih bermanfaat bila kita gunakan untuk pembangunan bagi masyarakat kita. Apalagi dengan ukuran APBD kita sekarang, itu menjadi kecil sekali dari situ,” ungkap Anies.

Anies Samakan Jual Saham Bir dengan Tutup Alexis

Lebih jauh, Anies memandang, bahwa pendapatan dividen dari kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta di DLTA, sama dengan pajak yang diperoleh dari Alexis, hotel yang ditutup Anies karena digunakan sebagai tempat prostitusi.

“Itu (DLTA) ekuivalen dengan pajak yang dibayarkan tempat hiburan Alexis kira-kira Rp 36 milyar. Jadi Alexis ditutup enggak terasa tuh (pajaknya) di Jakarta. Sekarang kalau ditutup maka kita dapat uang Rp 1,2 triliun,” kata Anies.

Anies menjelaskan, pembagian dividen dari saham DLTA yang mencapai Rp 1,2 triliun butuh 40 tahun untuk mendapatkannya.

Oleh karenanya, dia berharap DPRD DKI Jakarta segera memberi restu agar pelepasan saham DLTA segera terealisasi.

“Jika kita menunggu dari dividen untuk sampai angka Rp 1,2 triliun itu perlu waktu sampai 40 tahun. Jadi argumen saya itu saya sudah sampaikan Mei (2018) lalu. Kita harap dewan akan menyetujui (pelepasan saham DLTA),” pungkas Aniess.

 

Sumber : teropongsenayan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed