oleh

Pelatihan Jurnalistik di Banyorang, JOIN Bantaeng Harapkan Ini

BANTAENG, MATA SULSEL – Anggota DPRD Bantaeng, Misbahuddin membuka secara resmi kegiatan pelatihan jurnalistik DPD JOIN Bantaeng bersama DPK KNPI Tompobulu di sentra Kopi Banyorang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (15/02/2020).

“Sangat mensupport karena kegiatan seperti ini bisa memajukan daerah,” kata Misbah dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPD JOIN Bantaeng, Alimin DS dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan seperti ini menjadi ajang dalam mewujudkan manusia yang unggul.

Hal itu searah dengan arah pembangunan dan program unggulan Bupati Bantaeng yaitu pengembangan SDM.

“Saya harap dengan kegiatan ini, bukan saja sampai di sini saja, tetapi ada langkah tindak lanjut ke depan sehingga muda mudi Tompobulu bisa melahirkan karya jurnalistik,” ujar Alimin.

Menurutnya, DPD JOIN Bantaeng bakal memberikan wadah bagi peserta nantinya jika ingin mempublikasikan hasil karya jurnalistik, setelah mengetahui kaidah-kaidah penulisan.

“Selain mengasah kemampuan untuk menulis, dari beberapa yang hadir dapat dilibatkan atau memiliki tulisan yang dapat dipublikasikan,” pungkas dia.

Terpisah, Ketua DPK KNPI Tompobulu, Irham mengatakan bahwa hal ini menjadi bagian dari terbangunnya literasi di Kabupaten Bantaeng.

“Langkah awal untuk membangun literasi di Tompobulu. Semoga hal seperti ini mudah-mudahan bisa terus berlanjut. Harapannya, kegiatan ini agar mampu melahirkan eksistensi pemuda di kecamatan Tompobulu, khususnya dalam hal literasi,” ujar dia.

Sementara itu, Manager AMBAE, Abdul Azis menyebut bahwa hal ini perlu menjadi virus yang harus diperluas di seluruh wilayah, khususnya di kabupaten Bantaeng.

Baginya hal ini harus ditularkan pula kepada semua kalangan umur.

Ia sedikit mengambil contoh insiden yang menimpa seorang istri pejabat, terpaksa harus berurusan dengan hukum lantaran unggahannya di sosial media.

“Menjadi harapan bukan cuma generasi milenial. Jangan sampai kita terpaku di kalangan milenial, kalangan dewasa terjebak dengan ketidakpahaman menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi,” kata Manager AMBAE, Abdul Azis.

“Ambil contoh salah seorang istri pejabat, terjerat UU ITE atas unggahannya di sosial media,” lanjut dia.

Sekedar informasi, kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Sejak Sabtu (15/2/2020) hingga Minggu (16/2/2020). (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *