Pimpred Mata Sulsel Bawa Meteri Di Pelatihan Jurnalistik Kesehatan

  • Whatsapp

MAKASSAR, MATA SULSEL – Pimpinan Redaksi Media Online Matasulsel.com Arifuddin Lau, SS tampil sebagai pembawa pemateri dalam Pelatihan Jurnalistik yang digagas oleh Gosehat.id, di Gedung LPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10/2020).

Pelatihan Jurnalistik intensif Go sehat Go Literasi kerjasama dengan Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Makassar diharapkan mampu menghasilkan jurnalis yang handal seiring dengan kemajuan era informasi digital.

Bacaan Lainnya

Adapun peserta pelatihan jurnalistik dengan tematik kesehatan ini di ikuti oleh jurnalis muda dan mahasiswa dari berbagai universitas di bagian timur Indonesia seperti UNM Makassar, IAIN Kendari UIT, berlangsung selama dua yakni tanggal 24 sampai 25 Oktober 2020. Meskipun demikian dalam acara ini peserta di batasi dan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Acara ini dibuka oleh Prof. Arlin Adam sekaligus menjadi keynote speaker. Dia menyambut baik dan mengaperiasi atas pelatihan jurnalistik yang digagas oleh Gosehat.id kerjasama dengan JOIN Makassar.

Arifuddin Lau yang juga selaku Ketua
DPD JOIN Jeneponto dalam pelatihan jurnalistik ini membawakan materi teknik wawancara. Ia menjelaskan bahwa sebuah wawancara pada dasarnya bertujuan untuk menggali fakta, data, keterangan, alasan, atau pendapat atas sebuah peristiwa, baik yang sudah, sedang, maupun yang akan berlangsung.

Suasana pelatihan jurnalistik Intensif yang di gelar oleh Gosehat.id berkerjasama DPD JOIN Makassar

Arifuddin menyebutkan bahwa tujuan wawancara antara lain sebagai konfirmasi (penyeimbang), melengkapi data-data yang kurang detil, mendorong narasumber agar berbicara dan mengungkapkan fakta serta menyambung kesenjangan hubungan narasumber dengan media.

Kegagalan wawancara sering kali disebabkan tidak jelasnya tujuan untuk apa sebuah wawancara dilakukan. Apakah untuk mendapatkan kejelasan fakta, atau sekedar menggali opini dari narasumber, ungkap Arifuddin yang juga mantan anggota DPRD Jeneponto tersebut.

Namun demikian, lanjut Arifuddin dalam wawancara ada tiga tahap yang harus kita lakukan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan wawancara.

Dalam tahap Persiapan wawancara, seorang jurnalis harus menentukan topik atau masalah, memahami masalah yang ditanyakan (wawancara yang baik tidak berangkat dengan kepala kosong), menyiapkan pertanyaan pertanyaan, menentukan narasumber dan membuat janji dan menghubungi narasumber atau “mengintai” narasumber agar bisa ditemui.

Kemudian kata Arifuddin, dalam pelaksanaan wawancara kita harus datang tepat waktu, jika ada kesepakatan dengan narasumber, perhatikan penampilan sopan, rapi, atau sesuaikan dengan suasana, kenalkan diri, jika perlu menunjukkan KTP / Kartu Pers.

Penyerahan cinderamata dari pantia kepada Pimpinan Redaksi Matasulsel.com Arifuddin Lau usai membawakan materi yaitu teknik wawancara

Kemukakan maksud kedatangan sekadar “basa-basi” dan menciptakan keakraban. Awali dengan menanyakan biodata narasumber, terutama nama (nama lengkap dan nama panggilan jika ada). Bila perlu, minta narasumber meminta namanya sendiri agar tidak terjadi kesalahan.

“Catat, jangan terlalu mengandalkan perekam, ajukan pertanyaan secara ringkas, jadilah pendengar yang baik,” tuturnya.

“Ingat, tugas wartawan hanya untuk menggali informasi, bukan “menggurui” narasumber, apalagi ingin “melepaskan gigi” ingin lebih pintar atau lebih paham dari narasumber,” tambah Arifuddin.

Di akhir pemaparannya, Arifuddin menekankan bahwa tantangan dalam wawancara yaitu bahwa pertanyaan tidak bersifat “interogatif“ atau memojokkan. “Jangan memberikan pertanyaan pertanyaan “yes-no question” pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya” dan “tidak”.

“Gunakan “ mengapa ” ( why ), bukan “apakah” ( do you / are you ). Jawaban atas pertanyaan “ Mengapa Anda mundur?” tentu akan lebih panjang pertanyaan pertanyaan “ Apakah Anda mundur?”, pungkasnya. (*)

Pos terkait