oleh

Survei Unggul, NH-Aziz Filosofi “Mangga Manis”

Makassar, Matasulsel – Waktu terus berjalan menyisakan 14 hari lagi Warga Sulawesi Selatan akan memandataris secara langsung Gubenur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan untuk periode 2018-2023. Bukan di tempat mewah ataukan dalam bilik berlapis emas, tapi dibalik kotak sempit dan sederhana (TPS) itulah warga menentukan siapa gerangan anak Bangsa yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan pemerintahan Sulawesi Selatan.

Sebagaimana hasil Survey CSIS dan terakhir ini dari Index Indonesia menunjukkan grafik kemenangan NH-Aziz bagaikan gelindingan bola salju yang semakin hari semakin membesar dan sulit terbendung. Seiring hasil survei CSIS dan Index Indonesia yang menempatkan NH-Aziz di posisi tertinggi dibanding kompetitornya maka semakin kencang pula black campaign yang dilakukan oleh orang yang usil atas keberhasilan NH yang mampu meyakinkan masyarakat sulsel atas programnya.

Menanggapi hal tersebut  juru bicara NH-Aziz, Arman Mannahawu mengungkapkan masyarakat mampu membedakan calon pemimpin ahli dalam pembangunan dan mana pemimpin pintar bercerita buruk.

“Mungkin mereka lupa bahwa kita hidup di budaya Timur yang kental dengan sifat Sipakatau, Sipakalebbi. Sehingga serangan black campaign yang dilancarkan oleh orang yang kurang ide itu dengan bermaksud menjatuhkan NH-Aziz justru serangan caci makian itu berubah menjadi vitamin penyemangat bagi warga masyarakat sulsel yang cinta damai dan cinta kebersamaan dalam mendukung NH-Aziz. Warga mampu bedakan mana yang ahli membangun dan mana yang pintar bercerita buruk”, tutur Arman

Arman mengibaratkan bahwa “Hanya buah yang manis sering menjadi target lemparan pemakan mangga yang tak punya mangga dan jolok, dan ketika buah itu terjatuh yg melempar akan memungut dan memakannya. Saya kira filosofi itu yang tepat buat NH-Aziz. NH Azis dilempari black campaign secara tidak langsung mereka mengakui bahwa NH-Aziz memang manis dan diminati oleh warga Sulsel pada umumnya termasuk yang melempar”, imbuh Arman.

“Di Sulawesi Selatan sedikit hari lagi kita miliki pemimpin yang Nasionalis dan Relegius. Perpaduan pemimpin ini sangat menguntungkan buat perkembangan Sulawesi Selatan ke depan. Insya Allah kesabaran akan semua hinaan itu akan berakhir dengan sebuah kemenangan yang indah. Mari bersatu menepis hoax dan bersatu membangun kampung kita, bukankah itu lebih baik dibanding menampilkan kualitas diri berdendang ria dengan cerita buruk”, tutup Arman. (*)

 width=

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed