oleh

Tangani Corona: Tenaga Kesehatan Bunuh Diri, Ini Penjelasan Ketua GNPHI Sulsel

Makassar, Matasulsel – Jumlah pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 369 orang. Sebanyak 32 orang di antaranya meninggal dunia, dan 17 orang dinyatakan sembuh. Ada 60 kasus baru, sehingga kasus positif adalah 369 ucap Desrianto saat dihubungi via telepon, Sabtu (21/3/2020).

Kasus-kasus itu berasal dari Bali (4 kasus), Banten (37), DIY (4), DKI Jakarta (215), Jawa Barat (41), Jawa Tengah (12), Jawa Timur (15), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Timur (10), Kalimantan Tengah (2), Kepulauan Riau (4). Selain itu, Sulawesi Utara (1), Sumatera Utara (2), Sulawesi Tenggara (3), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1), Riau (1), serta dalam proses investigasi 13 kasus.

Desrianto Ketua Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Sulsel menambahkan tenaga medis adalah benteng terakhir dalam melawan Covid-19. Perang sesungguhnya akan terjadi di rumah sakit dan mereka adalah orang yang paling beresiko terinfeksi dengan virus ini.

Banyak tenaga medis yang positif tertular virus, sampai ada yang meninggal. Dokter, Perawat dan semua petugas yang berjibaku dengan Corona Saat ini menjerit di rumah sakit, karena alat pelindung diri (APD) mereka sudah langka.

“Saat ini mereka tidak meminta pujian dari pemerintah dan masyarakat, saat ini mereka hanya butuh APD. ketersediaan Alat Pelindung Diri yang memadai. Jangan sampai harus menggunakan APD seadanya sehingga mereka dengan mudah terpapar virus, mereka juga punya keluarga, mereka juga manusia. Kalau mereka kebanyakan terpapar terus siapa lagi yang berada di garda terdepan, apakah kita menunggu keadaan seperti di Italia yang di mana pasien lebih banyak dibanding petugas kesehatan, semoga tidak”, Ucapnya.

Anto sapaan akrabnya yang juga Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Sulsel bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) menambahkan saat ini tercatat 25 tenaga kesehatan terpapar Virus Corona dan dinyatakan positif, ini artinya bahwa kurangnya perhatian pemerintah terhadap petugas kesehatan dari segi APD.

“APD adalah alat pertahanan mereka, jangan biarkan mereka menggunakan bahan seadanya, pemerintah harus serius dengan ini, jangan hanya menghabiskan waktu dengan berdebat dan menunggu korban berjatuhan, ibaratnya mereka ingin berperang tapi tidak disediakan senjata dan tameng, itu sama halnya mereka bunuh diri”, tutupnya.

Penulis: Andi Anugrah Alfatih

Editor  : Sabri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *