Tekan Penurunan Stunting, Dinkes Bone Rapat Evaluasi Program Gammara’Na

  • Whatsapp

 

Bone, Matasulsel – Dinas Kesehatan Kabupaten Bone terus melakukan percepatan pencegahan dan penurunan Stunting dengan melaksanakan program pendampingan Gizi.

Bacaan Lainnya

Pertemuan Evaluasi pelaksanaan program pendampingan Gizi Gerakan Masyarakat Mencegah Stunting (Gammara’Na) dilaksanakan di Hotel Helios, Rabu (14/10/2020) dan dihadiri langsung Kabid Kesmas Dinkes Sulsel, Husni Thamrin, Prof Veni Hadju, Prof Arlin Adam, Dr Andi Alim dan Dr Nadimin.

Kepala Dinas Kesehatan Bone, dr. H.A. Kasma Padjalangi mengatakan pertemuan evaluasi program pendampingan Gizi untuk melihat perkembangan pelaksanaan di lapangan.

“Melalui pertemuan evaluasi diharapkan adanya gambaran pelaksanaan kegiatan program Gammara’Na yang sementara di pada desa lokus,” katanya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Provinisi Sulsek yang telah membantu upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bone.

“Melalui program pendampingan Gizi kepada keluarga 1000 HPK dan menjadi pembelajaran yang berharga untuk kami adopsi model pendekatan kepada seluruh desa dan kelurahan,” katanya.

Terpisah, Husni Thamrin mengatakan program Gammara’Na adalah keseriusan Gubernur Sulsel dalam mempercepat penurunan stunting di daerah dengan menghadirkan 70 pendamping yang ditempatkan setiap desa di Kabupaten Enrekang dan Bone.

“Keseriusan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam mempercepat penurunan stunting dengan menghadirkan 70 tenaga pendamping gizi dan konselor stunting yang ditempatkan di desa lokus yang bersetuhan langsung dengan masyarakat” katanya.

Husni menambahkan program Gammara’Na akan lebih memperkuat 5 paket stunting di desa yakni

Pertama peningkatan Kesehatan ibu dan anak dengan memastikan semua desa lokus posyandu aktif punya kelas ibu hamil dan kelas ibu balita.

“Kedua memperkuat layanan konseling Gizi masyarakat adanya petugas gizi yang memberi edukai kepask ibu hamil tentang atutus gizi. Desa mampu memberit pmt ibu hamil dan balita. Ketiga Sanitasi dan air bersih. Keempet Pendidikan usia dini. Kelima, jaminan Sosial memastikan semua ibu hamil dan ibu yang memiliki baduta memiliki layanan sosial,” tutupnya.(*)

Laporan : Sabri

Editor : Takim

Pos terkait