oleh

Upadate 22 Mei Sulsel 424 Pasien Covid-19 Jalani Karantina Terpusat Sehat dan Pulang

MAKASSAR, MATA SULSEL – Karantina terpusat yang disediakan oleh Pemprov Sulsel dalam program Rekreasi wiasata Duta Covid-19 dinilai sangat tepat.

Hari ke-32 Program Duta Covid-19 dinyatakan sebanyak 424 Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 47 orang dari Swab Positif sembuh dan sehat.

Koordinator Duta Covid-19 Sulsel Husni Thamrin mengatakan adanya peningkatkan signifikan pasien yang sembuh saat menjalani karantini terpusat. Dari data keseluruhan peserta yang keluar mencapai 436 Orang dan sehat 424 orang dipulangkan sedangkan 11 orang dirujuk rumah sakit

“Alhamdullah sejauh ada kasus yang sembuh mengalami peningkatan berkat Gubernur Sulsel telah memberikan tempat karantina yang baik bagi pasien covid-19,” kata Kabid Kesmas Dinkes Sulsel Husni Thmarin, Jumat (22/5/2020).

Ia mengungkapkan konsep karantina terpusat bukanlah hal baru dalam menangani wabah ini. Selain itu, pasien yang telah menjalani karantina akan menjadi duta covid atau duta edukator dalam pencegahan Covid-19 di masyarakat.

“Karantina terpusat merupakan intervensi dengan prinsip memisahkan yang sakit dari yang sehat. Konsepnya adalah merawat mereka yang positif, ODP, OTG dengan fasilitas yang nyaman. Namun kita bekali mereka pengetahuan sehingga mampu menjadi edukator covid ditengah masyarakat setelah mengikuti karantina,” katanya.

Adapun jumlah peserta yang masih ditangani 561 orang, terdiri dari laki-laki 255 orang (47,22 persen) yang terdiri dari 53 anak dibawah 18 tahun. Perempuan sebanyak 296 orang (52,78 persen) terdiri dari 22 anak.

Sementara itu, ODP sebanyak 15 orang dan OTG 312 orang. Peserta dengan status Konfirmasi Positif 18 orang, mereka adalah peserta yang sudah diperiksa PCR.

Sedangkan status Konfirmasi Negatif sebanyak 206 orang dan tinggal menunggu selesai harinya untuk dipulangkan. Status traveler 9 orang adalah pelaku perjalanan misalnya mahasiswa asal Sulsel baru datang luar negeri. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.