Unhas Resmikan Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah

Unhas Resmikan Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah

MATA SULSEL, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menghadirkan Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah sebagai wadah pengembangan riset serta penguatan jejaring akademik internasional.

Pusat studi tersebut diresmikan langsung oleh Rektor Unhas Jamaluddin Jompa pada Jumat (6/3) di lantai dasar Masjid Kampus Unhas Tamalanrea.

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya Unhas memanfaatkan momentum Ramadan untuk menghadirkan ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat nilai spiritual di lingkungan kampus.

Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah tersebut secara resmi dibentuk pada 6 Januari 2026 dengan fokus pada pengembangan riset multidisiplin.

Kajian yang akan dikembangkan mencakup bidang bahasa Arab, kebudayaan, geopolitik, ekonomi, hingga berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Unhas, Adi Maulana, menjelaskan bahwa kehadiran pusat studi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas sivitas akademika dalam membangun kerja sama akademik serta penelitian di tingkat internasional.

Menurutnya, pusat studi tersebut juga menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat program internasionalisasi kampus melalui pengembangan jaringan riset, pertukaran akademik, hingga kolaborasi dalam publikasi ilmiah dan penyelenggaraan konferensi internasional.

“Kerja sama ini telah mulai dijalankan, salah satunya melalui pelaksanaan seminar bersama Universitas Al-Azhar. Ke depan, pusat studi ini juga akan aktif mengembangkan berbagai kajian tentang Timur Tengah serta menyelenggarakan rapat koordinasi secara rutin. Selain itu, tempat ini juga direncanakan menjadi museum pusat peradaban Islam,” ujar Adi.

Sementara itu, Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof JJ tersebut, menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu menghadirkan dimensi spiritual yang kuat bagi sivitas akademika.

Ia menilai kehadiran pusat studi tersebut dapat menjadi ruang yang mempertemukan pengembangan akademik dengan nilai-nilai spiritual yang seimbang.

“Unhas tidak boleh hanya menjadi ruang akademik semata, tetapi juga menjadi rumah yang membangun keseimbangan antara ilmu dunia dan nilai-nilai akhirat. Karena itu kami menghadirkan pusat ini sebagai ruang kolaborasi keduanya,” tegas Prof. JJ.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pusat kajian tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi pelaksanaan rapat koordinasi para dekan yang direncanakan berlangsung setiap hari Jumat.

Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan kajian bahasa Arab sebagai bagian dari penguatan literasi keislaman di lingkungan kampus.

Prof. JJ berharap kehadiran Pusat Studi Bahasa Arab dan Kajian Timur Tengah ini dapat menjadi langkah awal bagi sivitas akademika Unhas untuk memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga riset di kawasan Timur Tengah.

Dengan adanya pusat studi ini, Unhas optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional sekaligus mengembangkan kajian strategis yang relevan dengan dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *