MATA SULSEL, JAKARTA – Raksasa global di industri makanan ringan dan perawatan hewan kesayangan, Mars, Incorporated, resmi meluncurkan inisiatif filantropi terbarunya bernama Mars Impact Fund. Sebagai langkah perdana, dana abadi ini mengucurkan bantuan sebesar USD 3 juta (sekitar Rp47 miliar) kepada Save the Children untuk program pemberdayaan di Indonesia.
Pendanaan berjangka waktu tiga tahun ini akan difokuskan untuk memberdayakan komunitas petani kakao di Tanah Air. Secara khusus, dana ini akan digunakan untuk mengembangkan Kelompok Simpan Pinjam Desa (VSLA) dan memperkuat ketahanan komunitas di daerah-daerah penghasil kakao.
Direktur Eksekutif Mars Impact Fund, Michelle Grogg, menegaskan bahwa penciptaan dampak sosial harus selalu dimulai dari mendengarkan kebutuhan masyarakat lokal.
“Kami senang bekerja sama dengan Save the Children untuk memajukan inklusi keuangan, diversifikasi pendapatan, dan praktik ramah iklim. Semua hal ini sangat penting untuk meningkatkan mata pencaharian dan memperkuat ketahanan komunitas,” ujar Michelle dalam keterangan resminya, Kamis (26/2/2026).
Fokus pada Perempuan, Anak, dan Iklim
Kemitraan antara Mars dan Save the Children sebenarnya telah terjalin selama 14 tahun. Suntikan dana terbaru ini diharapkan mampu memperluas jangkauan VSLA agar menjadi motor penggerak ekonomi warga setempat, terutama agar program ini bisa berjalan mandiri ke depannya.
Melalui pendanaan ini, Mars Impact Fund dan Save the Children menargetkan empat pilar utama di Indonesia:
Pemberdayaan Ekonomi: Membangun 85 VSLA untuk menggerakkan tabungan dan modal usaha. Program ini ditargetkan memberi manfaat bagi 17.250 petani, di mana 60 persen di antaranya adalah perempuan.
Kesejahteraan Anak: Membentuk kelompok perlindungan anak yang terintegrasi di 115 desa untuk menekan angka pekerja anak, meningkatkan kehadiran di sekolah, dan mempromosikan pola asuh positif.
Ketahanan Sosial: Mendorong perempuan dan pemuda agar aktif dalam pengambilan keputusan desa melalui forum lintas-pemangku kepentingan.
Adaptasi Iklim: Membekali komunitas dengan rencana kesiapsiagaan bencana dan mengedukasi praktik pertanian yang ramah iklim.
Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia, Marlyn Sumbung, menambahkan bahwa program ini adalah bukti nyata komitmen Mars terhadap kesejahteraan sosial di Indonesia.
”Kami percaya bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dan praktik pertanian ramah iklim akan membuka peluang baru bagi petani dan keluarga mereka,” kata Marlyn.
Hal senada diungkapkan oleh CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar. Menurutnya, kolaborasi jangka panjang ini telah berhasil menerjemahkan komitmen global menjadi aksi nyata di tingkat desa.
”Di Indonesia, kami menghadirkan solusi lokal untuk memberdayakan perempuan, melibatkan pemuda, dan memperkuat sistem perlindungan anak di komunitas petani kakao. Bersama Mars, kami menciptakan jalur menuju ketahanan ekonomi dan hasil yang lebih baik untuk anak-anak,” jelas Dessy.
Ambisi Global Mars Impact Fund
Secara global, Mars Impact Fund dirancang sebagai investasi strategis jangka panjang perusahaan. Tidak main-main, Mars berkomitmen mengalokasikan dana sebesar USD 85 juta (sekitar Rp1,3 triliun) antara tahun 2025 hingga 2027.
Mulai tahun 2028 dan seterusnya, Mars memproyeksikan akan mendistribusikan setidaknya USD 50 juta setiap tahunnya. Dana raksasa ini difokuskan pada tiga hal: meningkatkan ketahanan komunitas petani, memperluas jalur karier bagi ilmuwan (terutama di bidang pangan dan pertanian), serta meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan di komunitas yang kekurangan sumber daya.

Tinggalkan Balasan