MATA SULSEL, MAKASSAR – Puncak gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026 diwarnai aksi sosial besar-besaran dengan penyaluran 25.000 paket santunan bagi anak yatim piatu, kaum duafa, dan penyandang disabilitas di kawasan Empang Masjid Hajjah Andi Nurhadi, Makassar, Jumat (27/3).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama yang menegaskan komitmen sosial di balik perhelatan saudagar berskala nasional tersebut.
Secara simbolis, sebanyak 50 paket santunan diserahkan langsung oleh Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Andi Amran Sulaiman, didampingi jajaran pengurus serta sejumlah kepala daerah yang hadir.
Program santunan ini merupakan inisiatif Andi Amran Sulaiman yang turut melibatkan IKA Unhas sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Ketua Panitia PSBM XXVI, Ibnu Munzir, menjelaskan bahwa rangkaian bakti sosial telah dimulai sejak sebelum pembukaan acara melalui berbagai kegiatan, termasuk anjangsana ke panti asuhan di sejumlah wilayah di Makassar.
“Tidak kurang dari 25.000 paket yang disiapkan dan telah disalurkan kepada sekitar 1.000 anak yatim, kaum duafa, dan penyandang disabilitas. Ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, uang tunai, hingga beasiswa bagi penerima manfaat. Selain itu, panitia juga menyiapkan program lanjutan pasca-Lebaran, seperti operasi katarak gratis dan layanan pemeriksaan kesehatan bagi kelompok rentan, termasuk petugas kebersihan dan marbot masjid.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Abdul Kadir Karding, Ilham Sirajuddin, serta para saudagar dan alumni Unhas.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kerja keras panitia dan relawan yang telah menyukseskan kegiatan sosial berskala besar tersebut.
“Semua pihak bekerja luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kepedulian dapat menghasilkan dampak besar bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian terhadap anak yatim dan kaum duafa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.
“Jangan sampai kita melupakan mereka. Sedekah itu dahsyat jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. Semoga kebaikan ini membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Aksi sosial ini menegaskan bahwa PSBM tidak hanya menjadi ajang konsolidasi ekonomi para saudagar, tetapi juga ruang untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan