Ilustrasi Angkutan Umum

Pengamat Tagih Janji Prabowo-Gibran Soal Subsidi BBM Angkutan Umum

MATA SULSEL, JAKARTA – Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, meminta masyarakat menagih janji Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait subsidi BBM untuk angkutan umum.

Ia mengingatkan, hal itu sesuai janji mereka (Prabowo-Gibran) saat kampanye Pilpres ke delapan, yang berlangsung dari 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024.

“Kita harus berani seperti di negara lain, angkutan di kota-kota besar kalo perlu subsidi 100 persen (Prabowo Subianto, 2024). Angkutan umum perkotaan akan diberikan subsidi (Gibran Rakabuming Raka, 2024),” ulas, Djoko kepada Rakyat News, Selasa (31/3/2026).

Djoko menilai, transportasi umum kerap dijadikan indikator kemajuan kota. Namun di tingkat daerah, keberadaannya adalah syarat mutlak bagi kelangsungan hidup masyarakat kelas bawah.

“Saat ini, meredupnya eksistensi transportasi umum bukan hanya masalah mobilitas, melainkan sebuah alarm peringatan bagi munculnya krisis pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan generasi masa depan,” ungkap dia.

Menurutnya, kondisi angkutan umum di daerah kini berada di titik nadir. Hanya sekitar 5 persen angkutan pedesaan yang masih beroperasi aktif di seluruh Indonesia.

“Ironisnya, di tengah hilangnya layanan transportasi publik di berbagai kota, komitmen serius dari para kepala daerah seolah absen. Alih-alih memprioritaskan ‘mobil rakyat’ yang jelas manfaatnya bagi mobilitas warga, kebijakan justru sering kali lebih condong pada pengadaan mobil dinas pejabat yang menelan anggaran miliaran rupiah,” tutur, Djoko.

Ia berpikir, transportasi umum seakan-akan hanya diingat sebagai simbol kerakyatan saat pendaftaran ke KPUD, namun segera terlupakan setelah kursi kekuasaan diraih.

Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2025, sektor transportasi menjadi konsumen BBM terbesar di Indonesia dengan porsi 52 persen atau setara 276,6 juta barel.

Posisi berikutnya ditempati sektor industri dengan 180,9 juta barel (34 persen), sektor ketenagalistrikan sebesar 42,5 juta barel (8 persen), serta sektor penerbangan (aviasi) sebanyak 31,9 juta barel (6 persen) dari total konsumsi nasional.

Sementara menurut data Kementerian ESDM tahun 2012, sebanyak 93 persen BBM subsidi dinikmati kendaraan pribadi, terdiri dari 43 persen sepeda motor dan 50 persen mobil. Sedangkan truk mengonsumsi 4 persen dan angkutan umum 3 persen.


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *