Dr. Andi Muh. Yuslim Patawari, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, saat memaparkan materi mengenai optimisme dan strategi menghadapi ancaman geopolitik global.

Waketum KADIN Andi Yuslim Patawari: Optimisme dan Kedaulatan Pangan Kunci Hadapi Krisis Geopolitik Global

MATA SULSEL, JAKARTA — Di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks dan memanas, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Dr. Andi Muh. Yuslim Patawari, mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak pesimis. Sebaliknya, optimisme harus dijadikan sebagai sikap strategis untuk bertahan, beradaptasi, dan terus tumbuh.

Hal tersebut disampaikan Andi Yuslim dalam paparannya yang bertajuk “Menatap Optimisme di Tengah Ancaman Geopolitik”. Menurutnya, dunia saat ini tengah dihadapkan pada berbagai tantangan berat, mulai dari ketegangan antar-kekuatan besar, perang ekonomi dan sanksi internasional, krisis pangan dan energi, hingga perebutan sumber daya akibat perubahan iklim.

“Kondisi global ini jelas membawa potensi dampak yang signifikan bagi Indonesia. Kita menghadapi ancaman fluktuasi harga pangan dan energi yang membuat ketahanan ekonomi kita menjadi rentan,” papar Andi.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dampak tekanan ekonomi global ini akan sangat dirasakan oleh kelompok akar rumput, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jika tidak diantisipasi, hal ini berpotensi memicu peningkatan ketimpangan sosial di masyarakat.

Modal Kuat Indonesia dan Dua Strategi Utama

Meski ancaman di depan mata cukup nyata, tokoh kelahiran Bone ini menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapinya. Kekuatan tersebut mencakup sumber daya alam (SDA) yang melimpah, bonus demografi, ketahanan sosial dan budaya masyarakat, serta posisi strategis Indonesia di kancah global.

Untuk memaksimalkan kekuatan tersebut dan mengubah krisis menjadi peluang, Andi merumuskan dua strategi utama yang harus segera diimplementasikan:

1. Mewujudkan Kedaulatan Pangan
Indonesia harus mulai melepaskan diri dari ketergantungan impor. Strateginya adalah dengan mengutamakan produksi dalam negeri dan memberdayakan para petani lokal secara masif. Pangan yang berdaulat adalah kunci ketahanan nasional.

2. Memperkuat Ekonomi Kerakyatan
Fokus pembangunan ekonomi harus diarahkan pada sektor riil. Hal ini dapat dicapai melalui dukungan penuh terhadap UMKM serta penguatan ekonomi di tingkat lokal agar roda perekonomian akar rumput tetap berputar meski ada badai krisis global.

“Optimisme bukan sekadar harapan kosong, melainkan strategi. Dengan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan, kita tidak hanya akan bertahan dari ancaman geopolitik, tetapi juga bangkit dan tumbuh menjadi negara yang lebih mandiri,” pungkasnya.


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *