MATA SULSEL, BEKASI – Warga di sekitar Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning masih mengalami trauma pasca insiden ledakan gas yang terjadi pada Rabu (1/4/2026). Mereka pun meminta agar aktivitas SPBE tersebut dipertimbangkan kembali.
Salah satu warga RT 002 RW 003, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Rondianto, mengaku mengetahui langsung awal mula kejadian kebakaran tersebut. Saat ini, ia tengah mengungsi di wilayah Cinyosog.
“Sekitar 20.20 wib, Awalnya itu banyak gas di jalan depan SPBE sepeti kabut bau gas nyengat banget,” terang, dia saat mengungsi di wilayah Cinyosog, Kamis (2/4/2026).
Ia menuturkan, tak lama setelah bau gas menyebar, muncul kobaran api yang kemudian merambat ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut masih membekas dalam ingatannya hingga kini.
Atas kejadian itu, Rondianto yang merupakan warga asli setempat, mewakili masyarakat sekitar berharap agar aktivitas SPBE dapat ditinjau ulang. Ia juga menegaskan bahwa permukiman warga sudah lebih dahulu ada dibandingkan dengan keberadaan SPBE di wilayah tersebut.
“Saya tau persis ya, jadi warga dulu bukan SPBE dulu di situ, dulu itu lahan kosong,” kata Rondianto saat disinggung keberadaan SPBE.
Meski pernah menjabat sebagai pengurus RT 002 selama beberapa periode, Rondianto mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait riwayat perizinan pembangunan SPBE tersebut.
Hal senada disampaikan oleh warga lainnya, Hj. Sustina. Ia mengaku masih merasa takut untuk kembali ke rumahnya yang berada sangat dekat dengan lokasi SPBE. Saat ini, ia bersama keluarganya masih mengungsi di tempat yang lebih aman.
“Kalau bisa mah, tutup aja dah, takut saya,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Kota Bekasi, Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro, menanggapi terkait kelayakan keberadaan SPBE di tengah permukiman warga. Ia menyebut bahwa hal tersebut merupakan kewenangan dinas terkait.
“Ya tentu ini dari dinas terkait masalah (Kelayakan keberadaan SPBE di Lingkungan Warga),” kata, Kusumo.
Ia juga mengakui bahwa lokasi SPBE Cimuning memang berada sangat dekat dengan permukiman penduduk, sehingga sejumlah rumah warga terdampak langsung akibat insiden tersebut.
“Sehingga, memang ada beberapa rumah warga yang terdampak langsung ya. Ada di depan pabrik SPBE, samping dan sekitarnya,” ungkap dia.
Kusumo tidak menampik bahwa SPBE memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi ledakan.
Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di SPBE Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (1/4/2026) malam. Api yang berkobar hebat bahkan menjalar ke lingkungan sekitar dan memicu kepanikan warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Kobaran api terlihat berasal dari area SPBE, kemudian merambat ke jaringan listrik serta sejumlah rumah warga, sehingga warga berlarian menyelamatkan diri.

Tinggalkan Balasan