Camat Mustika Jaya Kota Bekasi Maka Nachrowi Saat Mendata Warga Pasca Ledakan SPBE Cimuning

H+3 Ledakan SPBE Cimuning, Camat Mustika Jaya: Warga Masih Trauma

MATA SULSEL, BEKASI – Camat Mustika Jaya, Kota Bekasi, Maka Nachrowi, menyampaikan bahwa hingga H+3 pasca ledakan yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, pihaknya masih menerima keluhan dari warga terdampak yang mengalami trauma.

“Warga pada trauma ngomongnya Ke saya (Camat Mustika Jaya). Kan saya muter ke warga sini sekitar SPBE,” terang, Maka di Lokasi Posko bantuan korban SPBE Cimuning. Sabtu (4/4/2024).

Ia menjelaskan, warga tidak membayangkan insiden tersebut terjadi saat mereka sedang tertidur lelap. Hingga saat ini, masih banyak warga yang mempertanyakan kondisi keamanan di sekitar SPBE Cimuning.

“Paling saya bilang sabar,” tutur , Maka.

Selain itu, pihak kecamatan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mengoptimalkan bantuan bagi keluarga korban.

“Masih terus melakukan pendataan warga,” kata, Maka.

Sementara itu, warga di sekitar SPBE Cimuning masih diliputi trauma akibat ledakan gas yang terjadi pada Rabu malam (1/4/2026). Mereka berharap agar aktivitas SPBE tersebut dapat ditinjau kembali.

Salah satu warga RT 002 RW 003 Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Rondianto, mengaku menyaksikan langsung awal kejadian kebakaran. Saat ini, ia mengungsi di wilayah Cinyosog.

“Sekitar 20.20 Wib, Awalnya itu banyak gas di jalan depan SPBE sepeti kabut bau gas nyengat banget,” terang, dia saat mengungsi di wilayah Cinyosog, Kamis (2/4/2026).

Ia menuturkan bahwa tak lama setelah bau gas menyebar, muncul api yang kemudian menjalar ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut masih membekas kuat dalam ingatannya.

Atas kejadian itu, Rondianto yang merupakan warga asli setempat, mewakili masyarakat berharap agar aktivitas SPBE ditinjau ulang. Ia menegaskan bahwa permukiman warga sudah lebih dulu ada dibandingkan fasilitas tersebut.

“Saya tau persis ya, jadi warga dulu bukan SPBE dulu di situ, dulu itu lahan kosong,” kata Rondianto saat disinggung keberadaan SPBE.

Meski pernah menjabat sebagai pengurus RT 002 selama beberapa periode, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait perizinan pembangunan SPBE tersebut.

Hal serupa disampaikan oleh warga lainnya, Hj. Sustina. Ia mengaku masih merasa takut untuk kembali ke rumahnya yang berada dekat dengan lokasi kejadian. Saat ini, ia bersama keluarganya masih mengungsi di tempat yang lebih aman.

“Kalau bisa mah, tutup aja dah, takut saya,” ucapnya.

Informasi tambahan, rincian data korban ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning pada Rabu malam (1/4/2026) menunjukkan bahwa para korban saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit sebagai berikut:

  1. Djaimun (Karyawan SPBE) di Rawat RS. Primaya Timur.
  2. Suyadi (Karyawan SPBE) di Rawat RS. Primaya Timur.
  3. Saju Varghese (Karyawan SPBE) di Rawat RS. Permata Bekasi.
  4. Arfian (Karyawan SPBE) di Rawat RS. Permata Bekasi.
  5. Darmadi status warga RT 002/RW 003 di rawat RSUD Chasbullah.
  6. Winarmo status warga di rawat RSUD Chasbullah.
  7. Sapta status warga RT 001/RW 003 di rawat RSUD Chasbullah.
  8. Yakub Mahmud status warga di Rawat RS. Satria Medika.
  9. Agustinus Wijaya status warga di rawat RS. Satria Medika.
  10. Kosasih status warga RT 001/RW 003 di rawat RS. Satrika Medika.
  11. Dede Arya Andika status warga di rawat RS. Satria Medika.
  12. Dimas Prayoga status warga warga RT 001/RW 003 di rawat RS. Kartika Husada.
  13. Samsul status warga RT 002/RW 003 di rawat RS. Kartika Husada.
  14. Dimas status warga RT 001/RW 003 di rawat RS. Citra Arafik.
  15. Fajar status warga RT 001/RW 003 di rawat RS. Citra Arafik.
  16. Sapta Pritanto status warga RT 001/RW 003 di rawat RS. Citra Arafik.
  17. Aliya status warga dirawat Klinik Asyifa.
  18. Widarsih status warga dirawat klinik Asyifa.
  19. Aulia status warga dirawat RSUD Cibitung.
  20. Samsul status warga RT 002/RW 003 dirawat RS. Permata Bekasi.

Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *