MATA SULSEL, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik, khususnya di sekitar jaringan tegangan menengah, demi menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasional kelistrikan.
Ia mengingatkan bahwa ancaman listrik sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun berisiko tinggi jika diabaikan.
“PLN mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila ada pohon atau bangunan yang mendekati jaringan PLN serta potensi bahaya listrik agar segera melaporkan ke kantor terdekat atau melalui aplikasi PLN Mobile,” ujar Edyansyah.
Ia menjelaskan, salah satu langkah penting untuk mencegah kecelakaan adalah dengan menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik bertegangan 20 kV.
Ketentuan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2013 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Ketenagalistrikan.
Menurut Edyansyah, kepatuhan terhadap aturan tersebut menjadi faktor krusial dalam melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan fatal, baik yang berdampak pada manusia maupun kerusakan aset.
Selain itu, PLN secara berkelanjutan melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman terkait keselamatan ketenagalistrikan.
Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan akibat aktivitas di sekitar jaringan listrik, termasuk pemangkasan pohon atau pembangunan yang terlalu dekat dengan instalasi listrik.
“Kami berharap imbauan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan. Semakin baik pemahaman yang dimiliki, semakin kecil pula risiko terjadinya kecelakaan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib energi,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan