MATA SULSEL, LUWU TIMUR – Ribuan penonton memadati panggung Pentas Seni Santri di Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah (PPNJ) Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (4/4/2026) malam.
Ajang tahunan ini tidak sekadar hiburan, tetapi menjelma menjadi ruang ekspresi sekaligus medium dakwah kreatif yang digerakkan generasi muda pesantren.
Mengusung tema “Harmoni dalam Perbedaan, Mewujudkan Generasi Islami Kreatif dan Inovatif”, panggung PPNJ menampilkan ragam pertunjukan mulai dari tari tradisional, nyanyian Islami, teater, modern dance, hingga pembacaan puisi.
Perpaduan konsep tradisional dan modern membuat suasana kian semarak sekaligus menunjukkan wajah baru pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat. Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam yang diwakili Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade menyampaikan apresiasi atas kreativitas para santri yang dinilai mampu menjadi potensi unggulan daerah.
“Luar biasa pentas ini, kita harus viralkan di media sosial. Ini untuk membuktikan bahwa kampung kita memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Ramadhan dalam sambutannya.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakannya, Bupati menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membangun peradaban sekaligus menjadi sarana dakwah yang efektif.
“Budaya dan kesenian adalah jantung peradaban bangsa. Nilai-nilai Islam yang luhur berpadu dengan kebudayaan lokal harus terus dikembangkan. Seni dan budaya harus menjadi media dakwah yang mampu menjangkau masyarakat luas,” demikian kutipan sambutan Bupati yang kerap disapa Ibas tersebut.
Sementara itu, Pimpinan PPNJ, Nurchalis Azis menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting dalam menyalurkan potensi generasi muda ke arah yang positif.
“Pentas seni santri harus terus didukung sebagai wadah yang mengarahkan potensi anak muda ke hal-hal positif. Ini juga menjadi sarana dakwah bahwa anggapan pesantren kumuh dan tertinggal di era digital adalah keliru,” ujarnya.
Menurutnya, santri saat ini memiliki daya saing tinggi, termasuk dalam bidang seni dan kreativitas, sehingga mampu tampil sejajar bahkan unggul di tengah perkembangan zaman.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian penonton adalah drama musikal bertema kehidupan santri yang dikemas dengan alur emosional dan akting kuat. Selain itu, tari tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern turut memperkaya panggung, menghadirkan nuansa budaya lokal yang segar dan relevan.
Melalui kegiatan ini, PPNJ berharap pentas seni santri tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta ruang dakwah yang kreatif dan berkelanjutan bagi generasi muda. (*)

Tinggalkan Balasan