MATA SULSEL, MAKASSAR – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menggandeng mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mendampingi usaha mikro kecil (UMK) melalui program SAPA Kampus Berdampak Batch 8.
Program ini menjadi implementasi kolaborasi Academia–Business–Government (ABG) guna mendorong UMK naik kelas dan memperkuat ekonomi berbasis pengetahuan.
Sebanyak 14 mahasiswa Unhas mengikuti pembekalan secara daring pada 4 April 2026 sebelum terjun sebagai fasilitator UMK.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasubdit Pembelajaran Mandiri/MBKM Unhas Prof. Makkarennu, perwakilan Direktorat PMPU Pangan Olahan BPOM Eva Yuliana Fitri, serta para mentor dari BBPOM di Makassar.
Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan program ini merupakan strategi untuk memperluas pendampingan UMK, khususnya dalam pengurusan izin edar, peningkatan literasi digital, serta penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Universitas Hasanudin melalui keterlibatan aktif para mahasiswa sebagai fasilitator UMK dalam program SAPA Kampus Berdampak. Mendorong UMK naik kelas dan menjadi solusi keterbatasan literasi digital UMKM serta implementasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik,” ujar Yosef.
Ia menjelaskan, jumlah sumber daya manusia di BBPOM Makassar yang bertugas mendampingi UMK masih terbatas, sehingga kolaborasi dengan mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendampingan.
“SDM BBPOM di Makassar yang bertugas untuk mendampingi UMK sangatlah terbatas, hanya 6 orang harus mengcover seluruh UMK yang ada, tentu sangat sulit bisa menjangkau seluruhnya. Program SAPA Kampus Berdampak menjadi strategi yang sangat tepat,” lanjutnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan berperan sebagai fasilitator keamanan pangan sekaligus pendamping pelaku UMK dalam proses perizinan berbasis digital.
Selain membantu pelaku usaha, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman praktik kewirausahaan yang dapat dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).
“Melalui program SAPA Kampus Berdampak, adek-adek mahasiswa menjadi agent of change, penyambung pendampingan BPOM bagi UMK. Selain dampak pendampingan yang langsung dirasakan oleh UMK, melalui program SAPA Kampus ini adek-adek mahasiswa juga belajar menjadi seorang enterprenuer atau wirausaha kedepannya,” kata Yosef.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan program tersebut sebagai bekal untuk menciptakan lapangan kerja di masa depan serta memahami proses perizinan produk secara cepat dan transparan.
“Setelah lulus nanti jadilah pengusaha, yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan berdikari, berdiri kokoh di kaki sendiri. Dengan modal pengetahuan dan pengalaman mendampingi UMK, nantinya adek-adek sudah tahu bagaimana mudah dan cepatnya pengurusan izin edar BPOM. Termasuk berbagai insentif yang BPOM berikan, seperti: pengujian gratis dan diskon 50% tarif PNBP pendaftaran produk,” ujarnya.
Yosef juga menekankan pentingnya integritas selama menjalankan pendampingan. Mahasiswa diminta menjaga profesionalitas serta menghindari praktik pungutan liar maupun gratifikasi.
“Tetap jaga integritas dan profesionalitas, karena adek-adek dalam program SAPA Kampus Berdampak juga merupakan bagian dari BPOM, nanti akan dilakukan penandatangan Pakta Integritas, jadi tidak boleh ada namanya pungli ataupun gratifikasi ya,” tegasnya.
Kasubdit Pembelajaran Mandiri/MBKM Unhas, Prof. Makkarennu, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai SAPA Kampus Berdampak menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pendampingan UMK.
“Saya berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan dengan baik program ini serta segera menentukan kegiatan prioritas, sebagai bagian dari pembelajaran nyata di luar kampus,” ungkapnya.
Program SAPA Kampus Berdampak merupakan bagian dari implementasi kolaborasi ABG yang mengintegrasikan peran perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu membantu percepatan perizinan BPOM sekaligus mendorong UMK menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing. (*)

Tinggalkan Balasan