Wamenko Polkam Tekankan Ketahanan Nasional Hadapi Dinamika Global di Lemhannas

Wamenko Polkam Tekankan Ketahanan Nasional Hadapi Dinamika Global di Lemhannas

MATA SULSEL, JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk F. Paulus, menegaskan pentingnya penguatan ketahanan nasional sebagai fondasi utama dalam menghadapi perubahan peradaban global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kuliah umum yang mewakili Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan itu dihadiri peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) P4N LXIX dan P3N XXVII Tahun Anggaran 2026.

Dalam paparannya bertema “Kebijakan dan Strategi Keamanan Nasional Menghadapi Perubahan Peradaban Global”, Lodewijk menyoroti meningkatnya tantangan geopolitik, geoekonomi, serta perkembangan teknologi yang menghadirkan spektrum ancaman semakin luas, baik konvensional maupun non-konvensional.

Ia menjelaskan, geostrategi Indonesia dirumuskan melalui konsepsi ketahanan nasional sebagai instrumen utama menjaga stabilitas negara.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjamin tegaknya hukum, menjaga ketertiban, serta mendorong kesejahteraan dan keamanan masyarakat di tengah dinamika global.

“Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam konsepsi ketahanan nasional sebagai instrumen utama untuk menjamin tegaknya hukum dan ketertiban, menjaga stabilitas kehidupan nasional, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Lodewijk juga menekankan posisi Indonesia sebagai negara kepulauan strategis menuntut kebijakan luar negeri yang adaptif dan berimbang.

Ia menegaskan Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif serta mengedepankan prinsip good neighbor policy dalam membangun hubungan internasional.

Menurutnya, arah diplomasi Indonesia yang mengutamakan kerja sama dan stabilitas kawasan sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperbanyak mitra dan meminimalkan konflik. Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya tensi global.

Ia menambahkan, arah geopolitik Indonesia telah tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang menjadi landasan setiap kebijakan strategis nasional, termasuk di bidang politik dan keamanan.

Oleh karena itu, penguatan ketahanan nasional harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Mengakhiri paparannya, Lodewijk mengajak para peserta Lemhannas sebagai calon pemimpin nasional untuk berperan aktif menjawab berbagai tantangan bangsa. Ia mendorong lahirnya solusi strategis melalui sinergi lintas sektor guna memperkuat stabilitas nasional di masa depan.

Pada kesempatan tersebut, Wamenko Polkam diterima Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily, serta didampingi Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Desman Sujaya Tarigan dan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Eko Dono Indarto bersama jajaran pejabat tinggi Lemhannas RI. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *