PLN Borong 11 PROPER Emas, Kepemimpinan Darmawan Dinilai Percepat Transisi Energi Bersih

PLN Borong 11 PROPER Emas, Kepemimpinan Darmawan Dinilai Percepat Transisi Energi Bersih

MATA SULSEL, JAKARTA – Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendorong transformasi energi bersih kembali mendapat pengakuan.

Dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo meraih penghargaan Green Leadership, sementara PLN membukukan 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau sepanjang 2025.

Penghargaan tersebut menjadi kali ketiga bagi Darmawan dan dinilai mencerminkan konsistensi kepemimpinan dalam memperkuat praktik bisnis berkelanjutan di sektor ketenagalistrikan.

Capaian PROPER Emas dan Hijau juga menunjukkan keberhasilan PLN mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional perusahaan.

Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi kontribusi para pimpinan perusahaan dalam mendorong efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui program lingkungan.

“Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta (7/4).

Menurut Hanif, PROPER menjadi instrumen penting untuk mengarahkan dunia usaha menjalankan praktik ekonomi hijau sekaligus mendorong perusahaan melampaui standar kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan.

Ia menegaskan PROPER menjadi momentum bagi PLN untuk mempercepat transformasi menuju energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan, penurunan emisi, serta pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Ia menambahkan, PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi, PLN mencatat peningkatan reduksi emisi gas rumah kaca dari 12,9 juta ton CO2 pada 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada 2025. Selain itu, kapasitas energi baru terbarukan yang dikembangkan PLN telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt pada 2025.

PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour pada 2025 sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih rendah emisi.

Di sisi lain, pengembangan hidrogen hijau terus dilakukan, termasuk pengoperasian Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia di PLTGU Muara Karang, Jakarta sejak 2023.

Pada 2024, PLN juga menghadirkan GHP berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara di PLTP Kamojang, Jawa Barat. Hingga kini, fasilitas GHP telah tersebar di 22 lokasi dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.

Ke depan, pemanfaatan green hydrogen akan dioptimalkan untuk co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan sektor industri. PLN menilai langkah tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *