Halal Bihalal PALASARA Indonesia, Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi Antar Tokoh Adat

Halal Bihalal PALASARA Indonesia, Perkuat Soliditas Organisasi dan Sinergi Antar Tokoh Adat

MATA SULSEL, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PALASARA Indonesia menggelar kegiatan halal bihalal di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (12/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana bulan Syawal tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan soliditas organisasi.

Acara dihadiri ratusan tamu undangan dari unsur pemerintah, TNI, Polri, tokoh adat, serta keluarga besar PALASARA Indonesia.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sejak awal kegiatan, ditandai dengan saling bersalaman serta dialog santai antar peserta yang hadir.

Ketua Umum DPP PALASARA Indonesia, Andi Rusdianto, menyampaikan bahwa momentum Halalbihalal menjadi ruang strategis untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperbaiki hubungan antaranggota organisasi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar PALASARA.

“Kehadiran seluruh pihak merupakan bukti kuatnya ikatan silaturahmi kita. Momentum Syawal ini adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan, baik secara personal maupun dalam organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, halal bihalal tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat fondasi organisasi melalui kebersamaan dan kepercayaan antaranggota.

“Dari sikap saling memaafkan akan lahir kekuatan baru. Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh struktur dan program kerja, tetapi juga oleh kepercayaan dan kebersamaan antar anggota,” jelasnya.

Andi Rusdianto juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik awal mempererat kekompakan serta menyatukan langkah dalam melestarikan nilai-nilai adat dan budaya.

“Mari kita jadikan momen ini untuk mempererat kekompakan dan menyatukan langkah dalam melestarikan nilai-nilai adat dan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung agenda strategis organisasi ke depan, termasuk pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan menjadi forum penting dalam penyempurnaan AD/ART serta penguatan sistem organisasi.

“Program organisasi harus berjalan on the track. Karena itu diperlukan konsentrasi, penyempurnaan, dan sinergi seluruh pengurus agar berjalan lebih efektif dan terarah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Andi Rusli Moenta, menyampaikan bahwa Halalbihalal menjadi ruang yang lebih personal untuk mempererat hubungan dan membuka kembali komunikasi yang sempat renggang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap segala khilaf dan kesalahan dapat saling dimaafkan, sehingga kebersamaan menjadi semakin kuat, solid, dan penuh keberkahan,” tuturnya.

Ia menambahkan, kekuatan organisasi tidak hanya lahir dari keputusan besar, tetapi juga dari komunikasi yang hangat, rasa saling menghargai, serta keikhlasan dalam bekerja bersama.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, unsur Forkopimda, perwakilan Pangdam XIV/Hasanuddin, Polda Sulsel, serta perwakilan Pemerintah Kota Makassar.

Hadir pula sejumlah tokoh adat dari berbagai wilayah, di antaranya Majelis Adat Agung PALASARA Indonesia, Datu Soppeng, perwakilan Kerajaan Gowa, Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, Datu Sawitto, Datu Sidenreng, hingga tokoh adat dari Mamuju dan Binuang.

Kehadiran para pemangku adat tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Halalbihalal ini diharapkan menjadi titik awal memperkuat kebersamaan, menjaga soliditas organisasi, serta meningkatkan sinergi PALASARA Indonesia ke depan. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *