Monitoring 6 SPM, TP PKK Kota Bekasi Perkuat Edukasi Vaksinasi dan Transformasi Layanan Terpadu

Monitoring 6 SPM, TP PKK Kota Bekasi Perkuat Edukasi Vaksinasi dan Transformasi Layanan Terpadu

MATA SULSEL, KOTA BEKASI – Tim Penggerak PKK Kota Bekasi melakukan monitoring penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Kenari RW 04, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu.

Kegiatan ini sekaligus mendorong penguatan edukasi vaksinasi dan percepatan transformasi Posyandu menjadi pusat layanan dasar terintegrasi.

Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wuri Handayani, didampingi pengurus Pokja 4 TP PKK Kota Bekasi, meninjau langsung pelaksanaan layanan Posyandu serta berdialog dengan kader dan masyarakat setempat.

Monitoring dilakukan untuk memastikan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal berjalan optimal.

Enam SPM tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Penerapan standar tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan dasar yang layak, merata, dan berkualitas.

Selain itu, kunjungan juga menindaklanjuti informasi terkait masih adanya kekhawatiran sebagian orang tua terhadap pemberian vaksin dan vitamin A bagi anak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, sehingga diperlukan penguatan peran kader dalam memberikan edukasi yang tepat dan berkelanjutan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wiwiek Hargono menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu menyampaikan informasi secara persuasif dan berbasis pengetahuan.

Ia juga meminta kader aktif berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk meningkatkan capaian layanan kesehatan, khususnya imunisasi dan pemberian vitamin A.

“Para kader memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di masyarakat. Diperlukan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya layanan kesehatan dasar bagi tumbuh kembang anak,” ujar Wiwiek.

Ia menambahkan, tantangan saat ini adalah bagaimana pengurus di tingkat kota hingga wilayah terus berinovasi dalam mensosialisasikan program pemerintah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Posyandu menjadi pusat layanan dasar terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga berbagai aspek kesejahteraan masyarakat.

“Transformasi Posyandu terus menunjukkan progres yang positif. Ke depan, Posyandu diharapkan menjadi pusat layanan yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara terpadu,” tambahnya.

Selain fungsi pelayanan, Posyandu juga berperan sebagai pusat pendataan masyarakat yang terintegrasi dengan dinas terkait.

Pendataan tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi permasalahan sosial sejak dini dan ditangani secara kolaboratif bersama Pemerintah Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Wiwiek juga menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran sebagai pelopor dan pelapor di tengah masyarakat.

Kader diharapkan tidak hanya menjadi teladan, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan di lingkungan untuk kemudian diselesaikan secara bersama.

Melalui sinergi antara TP PKK, kader Posyandu, puskesmas, dan perangkat daerah, kualitas pelayanan masyarakat diharapkan terus meningkat serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Bekasi. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *