Compress 20260414 125748 8252

Kisah Sukses Agen BRILink Asriyanti yang Transaksinya Terus Melejit

MATA SULSEL, JENEPONTO – Di tengah geliat transformasi digital perbankan Indonesia, sosok Agen BRILink seperti Asriyanti justru menjadi bukti nyata bahwa inklusi keuangan bisa tumbuh subur dari tingkat akar rumput.

Bermula dari sebuah warung kelontong sederhana di jalan Pahlawan, Asriyanti telah mengubah tempat usahanya menjadi pusat layanan keuangan digital yang ramai dikunjungi warga, dengan transaksi yang terus menunjukkan tren pertumbuhan impresif.

“Awalnya hanya iseng coba, tapi ternyata kebutuhan masyarakat sekitar akan layanan perbankan sangat besar,” ujar Asriyanti dengan semangat. Dalam dua tahun terakhir, volume transaksi di agennya melonjak rata-rata 30% per bulan, tidak hanya untuk tarik tunai, tetapi juga pembayaran tagihan listrik, PDAM, pembelian pulsa, hingga transfer antarbank.

Keberhasilan Asriyanti tidak lepas dari dedikasinya melayani semua kalangan, terutama para pedagang kecil, ibu-ibu rumah tangga, dan lansia yang belum terbiasa dengan aplikasi perbankan digital. Dengan kesabaran dan kepercayaan yang dibangun, warungnya kini menjadi titik penting dalam rantai ekonomi lokal.

“Banyak pelanggan saya yang sekarang bisa bayar token listrik tanpa harus antre jauh. Bahkan, para petani dan pedagang sayur mulai menabung dan melakukan transaksi rutin di sini,” tambahnya.

Analis perbankan menilai, kisah Asriyanti mencerminkan kesuksesan program BRILink dalam mendorong literasi keuangan dan memperluas akses perbankan hingga ke daerah terpencil. Agen BRILink tidak hanya menjadi perpanjangan tangan bank, tetapi juga motor penggerak ekonomi mikro.

Dengan perkembangan pesat ini, Asriyanti berencana menambah layanan, seperti pembayaran BPJS dan pembayaran lainnya. “Saya ingin lebih banyak orang merasakan manfaatnya. Ekonomi keluarga bisa lebih terbantu, dan warung saya pun semakin hidup,” pungkasnya.

Potret Asriyanti adalah secercah harapan, bahwa inovasi keuangan tidak harus selalu berteknologi tinggi, tetapi juga tentang kehadiran dan pelayanan manusiawi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *