IMG 20260415 WA0032

Suara Baru untuk Datara: Nurmiati, Aktivis Perempuan, Maju Calon BPD Usung Visi Desa Inklusif

MATA SULSEL, JENEPONTO – Sebuah gebrakan dalam dinamika politik desa terjadi di Desa Datara, Kabupaten Jeneponto. Nurmiati, seorang aktivis perempuan yang dikenal aktif di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Jeneponto, secara resmi mendeklarasikan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode mendatang. Pencalonannya bukan sekadar memenuhi kuota, melainkan membawa misi kuat untuk mendobrak tradisi dan mewujudkan “Desa Inklusif dan Mandiri.”

“Perempuan bukan sekadar pelengkap administrasi. Kami adalah penggerak nyata di akar rumput yang memahami persis denyut nadi keluarga: dari urusan dapur, kesehatan anak, hingga pendidikan. Saatnya suara ini menjadi penentu kebijakan,” tegas Nurmiati saat menyampaikan visi-misinya, Rabu (11/4/2026).

Dengan latar belakang organisasi yang kuat, Nurmiati menawarkan tiga program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar warga:

1. Ekonomi Berbasis Keluarga: Menggandeng BUMDes untuk membuka akses pelatihan dan pemasaran bagi produk UMKM yang digerakkan perempuan.

2. Perlindungan Sosial: Fokus pada pencegahan stunting dan penciptaan ruang aman bagi perempuan dan anak melalui pengawasan anggaran desa yang ketat.

3. Anggaran Transparan: Memastikan aliran dana desa dapat diakses, dipantau, dan tepat sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat.

Langkah berani Nurmiati ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, terutama kelompok perempuan dan pemuda. Mereka melihat pencalonan ini sebagai angin segar yang dapat mendorong keterbukaan dan representasi lebih baik dalam pengambilan keputusan di desa.

Pemilihan BPD Desa Datara dijadwalkan berlangsung pada 27-28 April 2026 mendatang. Nurmiati tak hanya mengajak warga untuk memilih, tetapi juga terlibat aktif mengawal proses pembangunan.

“Saya percaya, Desa Datara bisa menjadi contoh desa yang maju dan manusiawi. Dukungan bukan hanya pada saat pencoblosan, tetapi juga pada setiap langkah kita bersama setelahnya,” pungkasnya.

Pencalonan Nurmiati menjadi penanda: di Jeneponto, suara perempuan siap memimpin perubahan dari tingkat desa, membawa agenda inklusivitas yang selama ini hanya menjadi wacana. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *