MATA SULSEL, MAKASSAR – Kalla Institute kembali mencatatkan capaian akademik dengan lolosnya delapan dosen dalam pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Pencapaian tersebut menjadi penguatan komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pengembangan riset terapan dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Proses seleksi hibah penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berlangsung sejak akhir November hingga Desember 2025 dan diikuti perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Setelah melalui tahapan kurasi dan penilaian, pada 9 April 2026 delapan dosen Kalla Institute dinyatakan lolos pendanaan.
Mereka adalah Furqan Zakiyabarsi, Rezty Amalia Aras, Mardiatul Jannah, Muh. Taufan Gunawan, Syarief Dienan Yahya, Kiki Resky Ramdhani S., Mulyana Sari, dan Rahmat Syarif.
Rektor Kalla Institute, Syamril, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai keberhasilan ini menunjukkan kualitas akademik dosen sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga penelitian dan pengabdian yang akan dilakukan nanti bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi dan produktivitas, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif serta kegiatan pengabdian yang berdampak luas.
Capaian tersebut juga didukung sistem akademik yang mendorong penguatan riset dosen, termasuk pendampingan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Kalla Institute.
Pendampingan dilakukan mulai dari proses penyusunan proposal hingga workshop peningkatan kualitas riset secara berkala.
Kepala LPPM Kalla Institute, Habib Muhammad Shahib, mengapresiasi keberhasilan para dosen dalam meraih pendanaan hibah nasional tersebut. Ia menegaskan LPPM akan terus mendorong peningkatan kinerja riset dan pengabdian dosen.
“Terima kasih untuk kerja keras para dosen, kedepannya tim LPPM akan terus mendorong kinerja riset dan PKM agar lebih uptodate untuk terus berprestasi,” katanya.
Pencapaian ini sejalan dengan misi Kalla Institute dalam mengembangkan penelitian terapan dan pengabdian di bidang bisnis dan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Kalla Institute juga akan memperkuat budaya riset dan inovasi serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas penelitian, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. (*)

Tinggalkan Balasan