Atlet Domino Bandung Tembus 64 Besar Surabaya Open, Uji Mental di Level Nasional

Atlet Domino Bandung Tembus 64 Besar Surabaya Open, Uji Mental di Level Nasional

MATA SULSEL, SURABAYA – Atlet domino asal Kota Bandung terus menunjukkan daya saing pada ajang Surabaya Open Turnamen Domino yang berlangsung di Kota Surabaya, 18–19 April 2026.

Kejuaraan yang digelar selama dua hari ini menjadi panggung uji kemampuan sekaligus pembuktian eksistensi atlet domino dari berbagai daerah di Indonesia.

Turnamen yang diselenggarakan PB PORDI bersama Pengprov PORDI Jawa Timur tersebut diikuti sekitar 500 pasangan peserta dari berbagai wilayah, termasuk sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur serta kontingen dari luar daerah.

Kompetisi ini menjadi salah satu event besar yang mempertemukan ratusan pasangan atlet domino dalam format pertandingan berjenjang.

Pengda PORDI Kota Bandung turut ambil bagian dengan menurunkan tiga pasangan atlet. Keikutsertaan ini dimaksudkan untuk mengasah mental bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet di level nasional.

Ketua Pengda PORDI Kota Bandung, Andi Rafiq, menegaskan bahwa pengalaman bertanding di luar daerah menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas atlet.

“Bagaimana dapat mengukur potensi atlet domino di Kota Bandung, bila hanya mengasah kemampuan bertanding di kandang saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa target utama bukan semata meraih gelar juara, melainkan meningkatkan jam terbang serta memperkuat mental bertanding para atlet.

Menurutnya, meski belum mampu bersaing di papan atas, setiap keikutsertaan tetap memberikan pengalaman berharga.

“Bukan juara yang menjadi tujuan, melainkan bagaimana atlet Pengda PORDI Kota Bandung dapat menambah jam terbang dan terus menunjukkan eksistensinya,” tambahnya.

Dari tiga pasangan yang diturunkan, dua pasangan berhasil lolos dari babak kualifikasi awal. Namun, keduanya harus terhenti di babak 256 besar setelah mengalami kekalahan tipis.

Sementara satu pasangan lainnya mampu melaju lebih jauh hingga menembus babak 64 besar dan masih berpeluang melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya.

“Dari tiga atlet domino tersisa hanya dua yang dapat melaju melewati babak kualifikasi hingga babak 256 besar namun kandas dengan kekalahan tipis, sedang satu tim yang tersisa telah masuk 64 besar dan akan terus berupaya untuk mengungguli lawan lainnya,” tutup Andi Rafiq. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *