MATA SULSEL, PANGKEP – Penguatan sumber daya manusia di kawasan Geopark Maros Pangkep terus dilakukan. Sebanyak 50 pemandu geowisata dan pemandu gua mengikuti sertifikasi kompetensi yang digelar di geosite Leang Lonrong, Sabtu (19/4/2026).
Sertifikasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan destinasi berstandar internasional semakin profesional.
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian pelatihan yang telah berlangsung sejak 16 April 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep.
Program ini melibatkan pemerintah daerah bersama Badan Pengelola Maros Pangkep UNESCO Global Geopark guna meningkatkan kapasitas pemandu lokal dalam menghadapi wisatawan global.
Sertifikasi difasilitasi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama dengan LSP Pariwisata Angin Mamiri.
Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan kompetensi teknis, pemahaman prosedur keselamatan, serta kemampuan tanggap darurat bagi pemandu yang beroperasi di kawasan karst dan gua.
Direktur LSP Pariwisata Angin Mamiri, Farid Said, menilai banyak pemandu lokal sebenarnya telah memiliki pengalaman memadai, namun belum memperoleh pengakuan formal.
Menurutnya, sertifikasi ini menjadi bentuk legitimasi atas kemampuan yang selama ini telah mereka praktikkan di lapangan.
“Kami kepanjangan tangan BNSP hadir untuk memberi pengakuan. Apa yang mereka lakukan setiap hari dalam memandu wisatawan, kini diakui secara kompetensi baik secara teori maupun praktik,” ujarnya di sela kegiatan.
Said menambahkan, bahwa keberadaan pemandu tersertifikasi menjadi faktor penting dalam menjaga standar keselamatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan wisata.
Dengan kompetensi yang teruji, wisatawan diharapkan merasa lebih aman saat menjelajahi bentang alam karst dan gua yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Penguatan kapasitas pemandu ini juga menjadi sinyal kesiapan masyarakat lokal dalam mengelola kawasan geopark berstatus UNESCO.
Selain meningkatkan kualitas layanan, langkah ini diharapkan mampu mendorong Geopark Maros Pangkep berkembang sebagai destinasi edukasi, petualangan, dan konservasi yang berkelas dunia.
Dengan dukungan SDM tersertifikasi, kawasan geopark tidak hanya menjadi tujuan wisata alam, tetapi juga representasi pengelolaan destinasi yang aman, profesional, serta berdaya saing di tingkat internasional. (*)

Tinggalkan Balasan