UMKM Binaan PLN di Selayar Naik Kelas, Terasi To Riolo Tembus Supermarket

UMKM Binaan PLN di Selayar Naik Kelas, Terasi To Riolo Tembus Supermarket

MATA SULSEL, SELAYAR – Produk UMKM binaan Rumah BUMN Selayar berhasil menembus pasar modern setelah mendapatkan pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

Usaha terasi udang bermerek “To Riolo” milik Patta Nawang kini berkembang pesat, dari produksi rumahan menjadi produk yang dipasarkan di minimarket dan supermarket di Kabupaten Kepulauan Selayar hingga Kota Makassar.

Kabupaten Kepulauan Selayar yang terdiri dari gugusan pulau dengan laut sebagai sumber utama penghidupan masyarakat menjadi latar lahirnya usaha tersebut.

Sejak awal 2023, Patta Nawang memulai usaha produksi terasi dari rumah sederhana dengan modal terbatas namun penuh keyakinan.

Sebelum menekuni usaha olahan laut, Patta Nawang diketahui pernah menjalankan usaha penjualan pakaian seperti baju, sepatu, dan tas.

Namun persaingan pasar yang ketat membuat usaha tersebut tidak mampu bertahan.

Dalam kondisi sulit, ia memutuskan memulai usaha baru bersama istrinya dengan memanfaatkan sisa tabungan sebesar Rp7 juta.

“Waktu itu kami tidak punya banyak pilihan. Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba, tidak akan pernah tahu hasilnya. Jadi kami mulai saja, pelan-pelan dari rumah,” ujar Patta Nawang.

Ia kemudian memberi nama produknya “To Riolo” yang berarti orang terdahulu atau leluhur. Filosofi tersebut menjadi komitmen untuk menjaga kualitas rasa dan kejujuran produk sebagai nilai utama dalam usahanya.

Produksi awal dilakukan dalam jumlah terbatas, hanya sekitar 50 botol. Produk tersebut sebagian dibagikan kepada tetangga, teman, dan kerabat sebagai bentuk promosi.

Respons positif dari lingkungan sekitar membuat produk terasi tersebut mulai dikenal dan permintaan perlahan meningkat.

Perjalanan usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ketersediaan bahan baku yang bergantung pada hasil laut serta proses pengeringan yang mengandalkan cuaca menjadi tantangan tersendiri.

Bahkan, Patta Nawang pernah mengalami kerugian ketika mendapatkan bahan baku udang dengan kualitas kurang baik.

“Pernah dapat kualitas udangnya tidak bagus, saya tidak mau pakai. Tak apa rugi daripada mengecewakan pelanggan,” tegasnya.

Konsistensi menjaga kualitas akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, produksi terasi To Riolo mencapai 300 hingga 500 botol per hari, tergantung kondisi cuaca, dengan total produksi sekitar 12 ton per tahun.

Usaha yang awalnya dikelola berdua kini telah menyerap tujuh tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Omzet yang dihasilkan pun mencapai sekitar Rp70 juta per bulan.

Produk terasi To Riolo juga memiliki daya tahan hingga satu tahun dan kini telah masuk ke sejumlah minimarket dan supermarket di Kabupaten Kepulauan Selayar serta Kota Makassar.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Rumah BUMN Selayar yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat melalui program TJSL PLN Peduli.

Melalui program tersebut, Patta Nawang mendapatkan pelatihan, pendampingan usaha, bantuan alat produksi, hingga dukungan sertifikasi.

Pendampingan tersebut turut membantu peningkatan kualitas produk dan kemasan sehingga mampu bersaing di pasar modern.

“Menjadi salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Selayar, saya merasa sangat terbantu. Saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kualitas, memperbaiki kemasan, sampai akhirnya produk saya bisa masuk ke supermarket. Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” ungkapnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Melalui program TJSL PLN Peduli, kami ingin memastikan UMKM binaan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas.

Rumah BUMN hadir sebagai fasilitator agar pelaku UMKM memiliki akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pasar yang lebih luas,” ujar Edyansyah.

Ia menambahkan, produk terasi To Riolo menjadi contoh bahwa UMKM lokal mampu berkembang dengan menjaga kualitas dan memanfaatkan dukungan pendampingan secara optimal.

“Dengan komitmen yang kuat untuk tetap mempertahankan kualitas di tengah keterbatasan yang ada, produk terasi To Riolo ini mampu bersaing dan bertahan, bahkan terus berkembang,” tambahnya.

Kini, bagi Patta Nawang, usaha tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi lingkungan sekitarnya melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *