Peringatan 30 Tahun “Amarah” Berujung Ricuh, 109 Mahasiswa UMI Diamankan

Peringatan 30 Tahun “Amarah” Berujung Ricuh, 109 Mahasiswa UMI Diamankan

MATA SULSEL, MAKASSAR – Peringatan 30 tahun peristiwa April Makassar Berdarah (Amarah) di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Jumat (24/4/2026) malam, berakhir ricuh.

Bentrokan pecah antara massa mahasiswa dan sejumlah pengemudi ojek online setelah aksi demonstrasi yang berlangsung hingga malam hari menutup arus lalu lintas di kawasan tersebut. Polisi kemudian mengamankan 109 mahasiswa dari dalam area kampus.

Kericuhan terjadi saat massa aksi memblokade jalan utama di depan kampus. Penutupan akses tersebut memicu ketegangan dengan pengemudi ojek online yang hendak melintas.

Situasi semakin memanas ketika kedua kelompok terlibat saling lempar batu dan petasan, hingga memaksa aparat kepolisian turun tangan untuk meredam bentrokan.

Setelah kondisi mulai terkendali, aparat gabungan melakukan penyisiran ke dalam area kampus. Puluhan mahasiswa yang masih berada di lokasi kemudian diamankan dan dikumpulkan di area belakang Fakultas Teknik sebelum dibawa ke Polrestabes Makassar untuk proses pendataan dan pemeriksaan.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pihaknya telah menerima informasi rencana aksi tersebut sejak pagi hari dan menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

“Terkait situasi hari ini, sebenarnya tadi pagi sudah dapat info terkait unjuk rasa. Jadi kami sudah persiapkan anggota dalam rangka amarah ini ya, April Makassar Berdarah (AMARAH), jadi tadi mahasiswa dari UMI tadi unjuk rasa di depan kampus,” katanya kepada awak media, melansir Herald Sulsel.

Menurut Arya, pemicu bentrokan terjadi karena penutupan jalan berlangsung cukup lama sehingga memunculkan gesekan dengan pengemudi ojek online yang hendak melintas.

“Namun dalam perjalanannya karena terlalu lama jalan ditutup sehingga ada ojol yang bersinggungan dengan mahasiswa, sehingga ada bentrok sedikit dengan ojol,” ungkapnya.

“Tetapi ini rekan-rekan ojol sudah keluar dan kami masih mengamankan adek-adek mahasiswa ke dalam,” tambahnya.

Berdasarkan pendataan manual kepolisian di lapangan, total mahasiswa yang diamankan sebanyak 109 orang.

Dari jumlah tersebut, 10 orang merupakan perempuan, sementara 99 lainnya laki-laki. Mereka diamankan setelah aparat masuk ke dalam kampus menyusul situasi yang masih tegang usai bentrokan.

Mahasiswa yang diamankan kemudian diangkut menggunakan dua truk Dalmas, satu kendaraan taktis, serta pikap milik Jatanras. Seluruhnya dibawa menuju Polrestabes Makassar untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam proses pengamanan tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga digunakan saat bentrokan. Barang yang diamankan antara lain badik, parang, busur panah beserta pelontarnya, hingga papporo.

Kericuhan juga mengakibatkan kerusakan pada gerbang timur kampus UMI yang dijebol saat bentrokan berlangsung. Aparat kepolisian lebih dahulu mengarahkan warga sekitar dan para pengemudi ojek online untuk meninggalkan lokasi guna mencegah bentrokan susulan.

Setelah area luar kampus dinyatakan steril, petugas kemudian melakukan penyisiran lanjutan ke dalam kampus dan mengamankan mahasiswa yang masih bertahan di lokasi. Polisi memastikan situasi kembali kondusif setelah pembubaran massa dilakukan.

“Situasi sudah kondusif, jalan sudah terbuka, sudah lancar, dan rekan-rekan ojol tadi kami sudah minta untuk melanjutkan pekerjaannya,” tutup Arya. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *