MATA SULSEL, MAKASSAR – Prof Jamaluddin Jompa resmi kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 setelah menang telak dalam pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA).
Pelantikan berlangsung dalam Rapat Paripurna Terbuka Luar Biasa di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (27/4/2026), menandai dimulainya periode kedua kepemimpinan yang membawa target ambisius menuju kampus berkelas dunia.
Ketua MWA Unhas, Prof Andi Alimuddin Unde memimpin langsung prosesi pelantikan dengan terlebih dahulu menanyakan kesiapan rektor terpilih untuk mengucapkan sumpah jabatan.
“Sebelum saya mengambil sumpah, saya ingin bertanya apakah anda bersedia mengucapkan disumpah sesuai dengan agama yang Anda anut?” kata Ketua MWA Unhas Andi Alimuddin Unde.
Prof Jamaluddin Jompa, yang akrab disapa Prof JJ, menyatakan kesediaannya. Andi Alimuddin kemudian menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan mengandung tanggung jawab besar terhadap bangsa dan negara, termasuk menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Saya perlu mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang Anda ucapkan ini terkandung tanggung jawab terhadap bangsa Indonesia dan negara Indonesia. Tanggung jawab memelihara dan menyelamatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta tanggung jawab kesejahteraan rakyat Indonesia,” jelasnya.
Prosesi sumpah kemudian dipandu langsung oleh Ketua MWA dan diikuti oleh Prof JJ di hadapan anggota MWA dan tamu undangan. Sumpah tersebut juga menekankan komitmen integritas, etika jabatan, serta larangan penyalahgunaan kewenangan.
“Mohon Saudara lafaz sumpah yang saya ucapkan. Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia dan taat pada Undang-Undang Dasar negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya pada bangsa dan negara,” ucap Andi Alimuddin yang diikuti Prof JJ.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjujung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela,” lanjut Alimuddin diikuti Prof JJ.
Sebelum dilantik, Prof JJ memenangi pemilihan rektor melalui mekanisme voting MWA. Ia meraih 23 suara, jauh mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Prof Budu dengan 1 suara serta Prof Sukardi Weda yang tidak memperoleh suara. Voting dilakukan setelah musyawarah anggota MWA tidak mencapai kesepakatan aklamasi.
Dalam sambutannya, Prof JJ menegaskan komitmennya membawa Unhas memperkuat reputasi internasional melalui penguatan sains, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.
“Ini menjadi bukti bagi unhas untuk trus menghasilkan prestasi tingkat internasional atau dunia,” ujar Prof JJ.
Ia juga menekankan komitmen keberpihakan terhadap mahasiswa agar tidak ada yang terhambat kuliah karena persoalan biaya.
“Kami tidak mau ada mahasiswa unhas yang tidak kuliah hanya karena tidak punya hiaya,” tegasnya.
Prof JJ menargetkan empat tahun ke depan menjadi periode kerja keras untuk memperkuat inovasi dan kontribusi pembangunan.
“Target saya menuntut kerja keras dan cerdas selama 4 tahun kedepan, perlunya kerja sama kita bersama,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika meninggalkan sekat antar fakultas demi mempercepat kemajuan kampus.
“Unhas telah tumbuh untuk membangun inovasi dan solusi dalam pembangunan kedepan,” ujarnya.
“Saya mengundang semua pihak untuk melepas ego sektoral, kita hilangkan sekat-sekat antar fakultas untuk untuk bersama membangun Unhas kedepannya,” tutupnya. (Farez)

Tinggalkan Balasan