MATA SULSEL, KOTA BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka mendalam atas insiden yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur serta memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.
Posko informasi juga disiapkan di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang.
Sejak awal kejadian, fokus penanganan diarahkan pada evakuasi dan keselamatan korban.
Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara penanganan difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak.
Berdasarkan data awal, tercatat empat orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka. Namun data terbaru menunjukkan jumlah korban bertambah signifikan.
“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan.
Penanganan dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Evakuasi dilakukan bersama Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis yang bergerak cepat di lokasi kejadian.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyatakan proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban.
“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujarnya.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis.
“Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik. Kami terus melakukan evakuasi dan memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” ujarnya.
KAI menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengungkap penyebab kejadian secara menyeluruh.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, turut menyampaikan duka cita dan permohonan maaf kepada pelanggan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Per pukul 01.04 WIB, jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah dapat dilalui kembali untuk perjalanan kereta api, sementara jalur hulu masih dalam proses evakuasi. KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL secara bertahap sesuai kondisi jalur.
Selain membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur, KAI juga menyiapkan layanan lanjutan berupa bus bagi penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir menuju Stasiun Gambir.
Pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan diberikan pengembalian bea tiket secara penuh dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan. (*)

Tinggalkan Balasan