MATA SULSEL, MAKASSAR – Perubahan cepat dunia kerja menjadi sorotan dalam forum Leader’s Talk yang digelar Universitas Hasanuddin (Unhas) di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Senin (27/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Dari Kampus ke Industri: Menutup Gap Skill Generasi Muda” ini menghadirkan pengusaha nasional Arsjad Rasjid yang menekankan pentingnya mahasiswa membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Acara tersebut turut dihadiri Rektor Unhas Jamaluddin Jompa bersama pimpinan industri, termasuk Direktur Utama Indika Energy Azis Armand serta jajaran Masmindo Dwi Area.
Kehadiran Arsjad juga menandai satu tahun hibah Arsjad Rasjid Lecture Theatre yang telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan apresiasi atas kontribusi Arsjad Rasjid dalam mendukung penguatan infrastruktur dan kelembagaan kampus. Ia berharap kolaborasi dengan dunia industri terus diperluas untuk menyiapkan lulusan yang siap bersaing.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini terus berlanjut untuk membantu kami mewujudkan mimpi generasi muda dalam membangun bangsa ini,” ujarnya.
Arsjad Rasjid dalam pemaparannya menyoroti kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Ia menyebut satu dari lima lulusan mengalami mismatch keterampilan, sementara sekitar 30 persen perusahaan kesulitan mendapatkan talenta yang sesuai kebutuhan pasar.
Menurutnya, perubahan geopolitik global dan dinamika ekonomi turut menggeser kebutuhan tenaga kerja. Mahasiswa dituntut lebih adaptif dengan membangun kompetensi sejak dini, tidak hanya mengandalkan gelar akademik.
Ia juga menilai sektor ekonomi halal menjadi peluang masa depan yang terbuka luas, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, fesyen, pariwisata hingga keuangan syariah.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Arsjad membagikan tiga langkah yang dapat diterapkan mahasiswa sejak di bangku kuliah.
“Mulailah dengan menentukan arah yang jelas, kuasai keterampilan melalui pengalaman nyata, dan jangan ragu untuk memulai dari hal kecil. Kesuksesan tidak datang dari menunggu kesempatan besar, tetapi dari langkah kecil yang konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, langkah pertama adalah menentukan sektor yang diminati dan fokus pada penyelesaian masalah nyata.
Kedua, membangun keterampilan melalui magang, riset, dan proyek nyata guna memperkuat portofolio.
Ketiga, memulai inisiatif kecil seperti membantu UMKM, mengembangkan produk lokal, atau merintis usaha sederhana sebagai latihan menghadapi dunia kerja.
Kegiatan Leader’s Talk tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Hasanuddin dan PT Masmindo Dwi Area.
Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kolaborasi kampus dan industri, termasuk pengembangan kompetensi mahasiswa, program magang, serta peningkatan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja yang terus berubah. (*)

Tinggalkan Balasan