MATA SULSEL, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros bekerja sama dengan Gammara Hotel Makassar dalam meluncurkan dukungan terhadap Program Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Hotel Gammara, Selasa (28/4/2026).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi layanan administrasi kependudukan yang lebih modern, sekaligus memperluas kepemilikan identitas resmi bagi anak sejak usia dini.
Program tersebut dikemas melalui inisiatif bertajuk “Gammarana Kartuta”, yang mengintegrasikan layanan publik dengan dukungan sektor swasta.
General Manager Gammara Hotel Makassar, Andi Reski Amanah Ras, menilai sinergi lintas sektor menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas kependudukan.
“Ini adalah bentuk kebanggaan bagi kami karena Bapak Bupati dapat hadir langsung menyaksikan launching program ini. Kami berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya identitas kependudukan,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kiki menyebut pihak hotel menghadirkan berbagai program promo serta aktivitas keluarga yang terintegrasi dengan kepemilikan KIA dan IKD.
“Layanan tersebut meliputi registrasi identitas, akses fasilitas seperti kolam renang, hingga promo kamar hotel dengan memanfaatkan identitas digital,” beber Kiki.
Selain itu, Hotel Gammara juga menghadirkan berbagai program ramah anak, seperti kids activity, movie time, serta beragam kegiatan keluarga yang rutin digelar setiap akhir pekan.
“Setiap Sabtu kami menghadirkan kegiatan anak, mulai sore hingga malam. Anak-anak bisa menikmati aktivitas edukatif dan hiburan, sementara orang tua dapat bersantai dengan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa kepemilikan identitas sejak dini merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan.
“Identitas itu sangat penting dimiliki sejak lahir. Kartu Identitas Anak bukan hanya sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan bagi anak. Jika terjadi sesuatu, identitas tersebut bisa sangat membantu,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa tingkat kepemilikan KIA di Kabupaten Maros saat ini masih berada di kisaran 30 persen. Dalam peluncuran tersebut, sekitar 200 anak tercatat telah memiliki KIA.
“Masih banyak yang menganggap anak-anak belum perlu kartu identitas. Padahal ini sangat penting,” tambahnya.
Lebih lanjut, Chaidir juga menekankan pentingnya penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi layanan publik berbasis teknologi.
“Kita menuju era di mana identitas tidak lagi harus dibawa dalam bentuk fisik. Melalui IKD, semua data kependudukan bisa diakses melalui handphone. Ini lebih praktis, aman, dan efisien,” ujarnya.
Program “Gammarana Kartuta” diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kepemilikan KIA, tetapi juga mempercepat adopsi IKD di tengah masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta ini diharapkan dapat menghadirkan layanan publik yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan