“Biasanya kuota hanya di kisaran 300-an, tetapi tahun ini meningkat luar biasa. Ini adalah jawaban atas penantian panjang masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, tidak sedikit warga Maros yang telah menunggu hingga lebih dari 20 tahun untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, komposisi CJH tahun ini didominasi perempuan sebanyak 409 orang, sementara laki-laki berjumlah 217 orang. Total jemaah tersebut terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, menyampaikan bahwa salah satu yang menjadi perhatian tahun ini adalah keberadaan Kloter 14 yang seluruhnya diisi oleh jemaah asal Maros.
“Kloter 14 ini berbeda karena tidak bergabung dengan daerah lain. Seluruhnya warga Maros dengan jumlah 387 jemaah,” jelasnya.
Ia menambahkan, persiapan pemberangkatan jemaah kini hampir rampung. Sesuai jadwal, CJH Maros akan mulai masuk ke Asrama Haji Sudiang pada 30 April 2026 dan dijadwalkan terbang perdana pada 1 Mei 2026.
Sementara itu, salah satu calon jemaah asal Kecamatan Tanralili, Virani binti Abdulham (29), menyampaikan bahwa dirinya dijadwalkan berangkat pada 30 April dan saat ini masih menunggu sesuai jadwal.
“InsyaAllah akan berangkat pada 30 April, saat ini masih menunggu antrean,” ujarnya.
Virani merupakan jemaah pengganti yang melanjutkan niat suci almarhum ayahnya untuk menunaikan ibadah haji.
Chaidir juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang dinilai mampu mempercepat masa tunggu keberangkatan haji menjadi sekitar 10 tahun.
Di akhir sambutannya, ia menitipkan doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta dapat kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Tinggalkan Balasan