Pelindo Pastikan 63 Terminal Penumpang Siap Sambut Nataru 2025/2026

Kepuasan Pelindo Tembus 90 Persen, Sinyal Positif Bagi Perbaikan Layanan Pelabuhan

MATA SULSEL, JAKARTA – Tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menembus angka di atas 90 persen.

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi perbaikan layanan pelabuhan nasional, meski masih menyisakan pekerjaan rumah pada aspek efisiensi logistik dan daya saing operasional.

Hasil survei Laboratorium Suara Indonesia menunjukkan 90,2 persen responden puas terhadap layanan terminal peti kemas.

Sementara itu, 85,8 persen responden menyatakan puas terhadap layanan Pelindo secara umum.

Survei melibatkan 1.090 responden dari berbagai kelompok pengguna jasa di 80 pelabuhan, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,97 persen.

Direktur Eksekutif LSI, Ahmad Zaki, mengatakan survei ini bertujuan mengukur persepsi sekaligus ekspektasi pengguna jasa sebagai dasar evaluasi layanan.

“Kuesioner yang kami bagikan ini untuk mengukur sampai di mana kepuasan layanan yang diberikan Pelindo, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujarnya.

Secara operasional, sejumlah indikator utama juga mencatatkan tren positif. Tingkat kepuasan terhadap waiting time kapal mencapai 87,3 persen, layanan pemanduan kapal 88,2 persen, serta layanan terminal penumpang sebesar 89,8 persen.

Data ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas layanan yang mulai dirasakan pengguna jasa, khususnya dalam kelancaran aktivitas di pelabuhan.

Meski demikian, pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Muhammad Makky, menilai capaian tersebut belum cukup menjadi tolok ukur tunggal keberhasilan sektor logistik nasional.

“Ketika tingkat kepuasan tinggi, ada dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: kinerja memang membaik, atau ekspektasi pengguna jasa belum terlalu tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, indikator kepuasan perlu dilengkapi dengan ukuran yang lebih konkret, seperti penurunan biaya logistik, peningkatan kecepatan layanan, serta integrasi sistem transportasi antar moda.

Hal ini menjadi krusial mengingat pelabuhan merupakan simpul utama distribusi nasional yang berpengaruh langsung terhadap daya saing produk Indonesia di pasar global.

Dalam konteks pembangunan nasional, capaian kepuasan di atas 90 persen dinilai sebagai sinyal awal bahwa transformasi layanan Pelindo mulai menunjukkan hasil.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan tersebut mampu diterjemahkan menjadi efisiensi logistik yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *