MATA SULSEL, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai panggung penguatan peran pendidikan tinggi dalam pembangunan bangsa.
Upacara berlangsung di Kampus Tamalanrea, Sabtu (2/5/2026), dipimpin langsung oleh Rektor Jamaluddin Jompa.
Dalam amanatnya, Jamaluddin Jompa membacakan pidato Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia yang menegaskan pendidikan sebagai fondasi utama menghadapi perubahan global, mulai dari disrupsi digital hingga perkembangan kecerdasan artifisial.
“Pendidikan adalah jantung peradaban, ruang di mana akal budi dibentuk, karakter ditempa, dan masa depan bangsa dipertaruhkan,” kutipnya.
Tema tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.
Transformasi pendidikan tinggi diarahkan pada perluasan akses, penguatan kolaborasi, serta riset yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.
Momentum upacara tidak hanya bersifat seremonial. Unhas juga memberikan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada ratusan dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian.
Rinciannya, 28 orang untuk masa kerja 30 tahun, 28 orang untuk 20 tahun, dan 110 orang untuk 10 tahun.
Selain itu, kampus juga menyalurkan beasiswa dana abadi kepada 100 mahasiswa guna memperluas akses pendidikan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada dosen penerima Program Hilirisasi Riset Prioritas hibah kementerian tahun 2025 dan 2026, sebagai bentuk dukungan terhadap riset terapan yang berdampak nyata.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan menjadi simbol komitmen Unhas dalam memperkuat pendidikan tinggi yang inklusif, berdaya saing, serta relevan dengan kebutuhan zaman. (*)

Tinggalkan Balasan