IMG 20260504 060316

Bukannyo Bacarai: IKASMIN-SS Antar Ricky Satria ke Jakarta, Jejak Pengabdian Kian Meluas

MATA SULSEL, MAKASSAR — Di ruang keberangkatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu, 3 Mei 2026, suasana tak sekadar dipenuhi langkah kaki dan lambaian tangan. Ia menjelma menjadi satu makna yang dalam: bapisah bukannyo bacarai—berpisah bukan berarti tercerai, melainkan berpindah ruang dalam ikatan yang tetap utuh.

Keluarga besar Ikatan Saudagar Minangkabau Sapayuang Sulawesi Selatan (IKASMIN-SS) mengantar salah satu putra terbaik Minangkabau, Ricky Satria, sosok yang dikenal luas sebagai figur di balik lahirnya sistem pembayaran QRIS yang kini digunakan secara nasional.

Dalam kiprahnya, Ricky Satria menjabat sebagai Komite Audit & Keuangan IKASMIN-SS sekaligus Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan. Kini, ia dipercaya mengemban amanah baru dengan jenjang yang lebih tinggi di Jakarta.

Momen pengantaran ini menjadi simbol kehormatan sekaligus kebanggaan bersama. Hadir dalam suasana penuh makna tersebut Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, Kol. Inf. Indra Kurnia, S.Sos., M.Si beserta istri; Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, S.H., Dt. Mangkuto Alam; Bendahara IKASMIN-SS, Hendri Sutan Pado beserta istri; serta Ketua Umum IKM Sapayuang, Ir. H. Akmal Musthafa beserta istri.

Kehadiran para tokoh ini menegaskan posisi IKM Sapayuang sebagai organisasi induk yang senantiasa mengayomi serta memperkuat langkah IKASMIN-SS.

Pengantaran ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan refleksi nilai yang hidup dalam tubuh IKASMIN-SS—tentang persaudaraan yang melampaui jarak, serta kebersamaan yang tak lekang oleh waktu. Dalam setiap langkah yang diiringi, terselip doa dan harapan agar pengabdian yang ditorehkan di tempat baru semakin luas dan bermakna.

Sekretaris Jenderal IKASMIN-SS, Isnaini Al Ihsan, menegaskan makna tersebut:

“Ini bukan tentang melepas, tetapi menguatkan. Bapisah bukannyo bacarai—langkah beliau ke Jakarta adalah perluasan pengabdian sekaligus penegasan kepercayaan atas kapasitasnya. IKASMIN-SS tidak kehilangan, justru memperluas jejaknya melalui sosok yang kami banggakan.”

Dewan Komite Etik & Pengawasan IKASMIN-SS, Kol. Inf. Indra Kurnia, yang juga merupakan sahabat masa kecil Ricky Satria, menyampaikan kesan personal:

“Sejak kecil kami tumbuh bersama. Saya menyaksikan bagaimana beliau ditempa oleh proses, disiplin, dan integritas. Hari ini bukan sekadar pelepasan, tetapi kebanggaan melihat sahabat melangkah lebih tinggi.”

Dukungan juga mengalir dari luar daerah. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Ferrytass, Dt. Toembidjo, turut menyampaikan pesan:

“Selamat dan sukses atas amanah baru yang diemban. Ini buah dari kerja keras dan integritas. Teruslah membawa nilai kebaikan di mana pun berada.”

Sementara itu, Ketua Presidium IKASMIN-SS, Sauki Mangkuto Sutan, yang masih dalam masa pemulihan pasca operasi dan belum dapat hadir, menyampaikan pesan penuh ketulusan:

“Walau raga belum dapat membersamai, doa tetap mengiringi. Semoga amanah ini membawa keberkahan, dan ikatan kita tetap utuh—karena sejatinya, bapisah bukannyo bacarai.”

Terhitung mulai Senin mendatang, Ricky Satria resmi berkantor di Jakarta dengan tanggung jawab yang lebih besar. Namun bagi keluarga besar IKASMIN-SS, kepergian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru—melangkah di ruang berbeda, namun tetap berpijak pada akar nilai yang sama, membawa nama baik Minangkabau ke panggung yang lebih luas. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *