MATA SULSEL, JENEPONTO — Mentari pagi baru saja menyingsing di ufuk timur saat H. Mansur (67) melangkahkan kaki menuju kantor BRI Cabang Jeneponto, Senin (4/5/2026). Biasanya, awal bulan adalah hari yang melelahkan bagi para pensiunan. Antrean panjang, kursi tunggu yang terbatas, dan kebingungan mengisi formulir seringkali menjadi momok yang menguras tenaga.
Namun pagi itu berbeda. Begitu memasuki pintu kaca kantor BRI, H. Mansur langsung disambut senyuman seorang petugas BRI Cabang Jeneponto.
“Selamat pagi, Pak. Silakan duduk, ada kopi dan kue untuk Bapak. Nanti akan dipanggil untuk ke teller khusus,” ujar petugas itu ramah.
H. Mansur mengangguk lega. Ia menata tongkatnya di samping kursi, lalu menyesap kopi hangat yang disediakan. “Baru kali ini saya merasa dihargai seperti ini. Biasanya saya harus antre lama, kadang sampai pegal berdiri. Sekarang, semuanya terasa berbeda,” tuturnya lirih.
Suasana hangat dan tertib itu bukan kebetulan. Hari itu, BRI Cabang Jeneponto secara khusus menggelar layanan prioritas bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pencairan dana pensiun di awal bulan.
Pimpinan Cabang BRI Jeneponto, Ari Kusmayadi, menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pensiunan yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa dan negara.
“Bapak dan Ibu pensiunan adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka telah bertahun-tahun melayani masyarakat, pemerintah, dan negara. Kini, giliran kami yang memberikan pelayanan terbaik untuk mereka,” ujar Ari Kusmayadi dengan penuh senyuman.
Ia menambahkan, setiap awal bulan BRI Cabang Jeneponto menyiapkan skema layanan khusus yang meliputi penambahan petugas, jalur teller khusus, kursi tunggu tambahan, serta hidangan ringan berupa kue dan minuman.
“Kami ingin mereka merasa nyaman dan dihargai. Tidak perlu berdesak-desakan, tidak perlu bingung. Semua sudah kami atur agar proses pencairan berjalan cepat, mudah, dan tetap ramah,” jelas Ari.
Di era digital yang serba cepat, BRI justru memilih untuk tidak melupakan layanan konvensional yang humanis. Meskipun terus mendorong adopsi layanan digital melalui aplikasi BRImo, Ari mengaku tetap membuka ruang selebar-lebarnya bagi nasabah yang masih nyaman dengan cara konvensional.
“Kami paham, tidak semua pensiunan familiar dengan ponsel pintar atau aplikasi perbankan. Untuk itu, kami tetap hadir secara fisik dengan layanan yang ramah dan sabar. Tidak perlu malu bertanya, tidak perlu takut salah,” tegasnya.
Namun demikian, BRI juga aktif mengedukasi para pensiunan untuk mulai beralih ke layanan digital secara bertahap. Petugas khusus disiagakan untuk mengajarkan cara menggunakan BRImo, mulai dari transfer, cek saldo, hingga pembayaran tagihan.
“Langkah demi langkah kami ajarkan agar mereka bisa menikmati kemudahan bertransaksi dari rumah. Tapi, kami tetap akan selalu siap melayani dengan tangan terbuka di kantor cabang bagi yang masih nyaman dengan cara konvensional,” imbuh Ari.

Testimoni Penuh Haru dari Para Pensiunan
Siti Aminah (65), pensiunan guru SD yang telah 10 tahun menjalani masa pensiun, tak kuasa menahan haru saat ditemui usai mencairkan dana pensiunnya.
“Saya sudah sepuh, Pak. Kadang kalau ramai, saya bingung sendiri. Tapi hari ini, ada petugas yang mendampingi dari awal sampai selesai. Diajari dengan sabar, dituntun dengan lembut. Saya seperti diurus oleh anak sendiri,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengaku selama ini kerap merasa cemas setiap awal bulan tiba. “Biasanya saya minta tolong tetangga untuk antar ke bank. Tapi sekarang, saya lebih percaya diri karena pelayanannya benar-benar baik,” tambahnya.
Sementara itu, H. Mansur yang ditemui di sudut ruang tunggu menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas yang disediakan.
“Ada kopi, ada kue. Saya tidak perlu buru-buru. Duduk santai, ngopi dulu, baru dipanggil. Pelayanan cepat, tidak sampai setengah jam. Ini luar biasa,” puji pensiunan ASN yang pernah bertugas di Dinas Pendidikan Jeneponto itu.
Komitmen Berkelanjutan
Ari Kusmayadi menegaskan bahwa layanan khusus bagi pensiunan ini bukan sekadar program musiman, melainkan komitmen berkelanjutan dari BRI Cabang Jeneponto.
“Kami akan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan ini di bulan-bulan mendatang. Masukan dari para pensiunan akan kami tampung untuk perbaikan ke depan,” janjinya.
Ia juga berharap agar kehadiran BRI tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi sahabat yang selalu hadir di setiap fase kehidupan nasabah.
“Kami ingin BRI menjadi rumah kedua bagi para pensiunan. Tempat yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan,” pungkas Ari.
Di luar kantor BRI, matahari semakin meninggi. H. Mansur berjalan pelan menuju parkiran, diiringi senyum petugas yang mengantarnya hingga pintu keluar. Di tangannya, amplop berisi uang pensiun bulan ini sudah aman tersimpan.
“Semoga BRI terus seperti ini. Peduli kepada orang tua seperti kami,” ucapnya lirih sebelum melangkah pergi.
Di balik hiruk-pikuk transaksi perbankan yang serba cepat, BRI Cabang Jeneponto telah membuktikan bahwa pelayanan terbaik tidak selalu tentang kecepatan, tetapi juga tentang kehadiran yang manusiawi.
Kopi hangat, kue tradisional, dan senyum ramah petugas—mungkin hal-hal kecil yang tampak sepele. Namun bagi para pensiunan yang telah lelah mengabdi bertahun-tahun, kehangatan itu adalah hadiah yang tak ternilai. (*)

Tinggalkan Balasan