Dari Showroom ke Panggung Inspirasi, CEO Haka Auto “Bocorkan” Kunci Bertahan di Era Disrupsi

Dari Showroom ke Panggung Inspirasi, CEO Haka Auto “Bocorkan” Kunci Bertahan di Era Disrupsi

MATA SULSEL, TANGERANG SELATAN – Ruang pamer kendaraan listrik di Bintaro mendadak berubah menjadi ruang belajar lintas generasi.

Bukan sekadar ajang temu alumni, acara “Graduation Super Mentorship & Halal Bihalal IATI 2026” justru menjadi panggung pertukaran gagasan tentang masa depan karier dan industri di tengah disrupsi teknologi.

Di tengah antusiasme ratusan alumni dan mahasiswa Teknik Industri ITB, CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, tampil bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai mentor yang membedah realitas dunia kerja saat ini: dinamis, tidak pasti, dan menuntut kesiapan mental.

“Yang terpenting adalah membuat pilihan secara sadar dan selaras dengan tujuan pribadi. Proses berkembang sering kali menuntut kita keluar dari zona nyaman,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Baginya, karier bukan soal jalur lurus, melainkan perjalanan adaptif. Ia menekankan pentingnya dua hal yang sering dianggap sederhana namun krusial: kerendahan hati dan kemauan belajar tanpa henti.

Dalam lanskap industri yang terus berubah, keduanya menjadi fondasi agar seseorang tetap relevan.

Diskusi semakin mengerucut saat topik beralih ke kecerdasan artifisial (AI) dan masa depan pekerjaan. Bersama sejumlah tokoh industri dan teknologi, disimpulkan bahwa percepatan teknologi tidak serta-merta menggantikan manusia.

Justru, masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu memadukan kemampuan teknis dengan empati, kreativitas, dan tujuan hidup yang jelas.

Hariyadi menilai, keunggulan kompetitif di masa depan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan memahami manusia itu sendiri. Di titik inilah, kolaborasi antara manusia dan teknologi menjadi kunci.

Acara ini juga menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, yang membuka diskusi tentang pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, alumni, dan industri. Forum ini menjadi bukti bahwa ekosistem pengembangan talenta tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Bagi Haka Auto, keterlibatan dalam forum seperti ini bukan sekadar partisipasi simbolik.

Perusahaan ingin menegaskan perannya sebagai bagian dari perubahan, tidak hanya di sektor otomotif berkelanjutan, tetapi juga dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dari sebuah showroom, lahir percakapan besar tentang masa depan, tentang bagaimana generasi muda harus bersiap, beradaptasi, dan tetap manusiawi di tengah laju teknologi yang tak terelakkan. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *