May Day di Makassar: BPJS Ketenagakerjaan Bagikan 300 Paket Sembako untuk Pekerja

May Day di Makassar: BPJS Ketenagakerjaan Bagikan 300 Paket Sembako untuk Pekerja

MATA SULSEL, MAKASSAR – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Makassar tak hanya diwarnai seremonial dan refleksi, tetapi juga aksi konkret. Sebanyak 300 paket sembako disalurkan kepada pekerja dan buruh sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian lintas lembaga.

Kegiatan ini digelar oleh BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi Maluku bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta sejumlah elemen serikat pekerja.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta perwakilan buruh dari berbagai sektor.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Mintje Wattu, menegaskan bahwa May Day seharusnya tidak berhenti pada peringatan semata, melainkan menjadi ruang memperkuat kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja.

“Momentum May Day bukan hanya menjadi ajang refleksi atas perjuangan pekerja, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian kita bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para pekerja serta menjadi simbol bahwa negara dan seluruh pemangku kepentingan hadir untuk mereka,” ujarnya.

Menurutnya, peran BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya sebatas memberikan perlindungan jaminan sosial, tetapi juga memastikan kehadiran nyata di tengah pekerja melalui program-program yang berdampak langsung.

Selain bantuan sembako, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendorong perluasan kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja, baik sektor formal maupun informal.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan perlindungan menyeluruh sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Peringatan May Day kali ini pun menjadi gambaran bahwa hubungan antara pemerintah, lembaga, dan pekerja dapat dibangun melalui kolaborasi yang konkret.

Tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan dasar pekerja.

Di tengah dinamika ketenagakerjaan, penyaluran bantuan ini menjadi simbol bahwa solidaritas masih menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *