MATA SULSEL, MAKASSAR – Prestasi internasional yang diraih siswa asal Kabupaten Pinrang, Rehan, mendapat apresiasi khusus dari Universitas Hasanuddin (Unhas).
Siswa SMA Negeri 8 Pinrang itu resmi menerima golden ticket untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Unhas tanpa melalui jalur tes.
Penghargaan tersebut diberikan setelah Rehan mencatatkan namanya dalam Hall of Fame milik NASA usai menemukan celah pada sistem keamanan lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.
Penyerahan golden ticket dilakukan langsung oleh Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muhammad Ruslin, di Ruang Rapat Rektor Unhas, Selasa (5/5/2026).
Rehan diketahui berhasil mengidentifikasi kerentanan atau vulnerability dalam sistem keamanan NASA hingga memperoleh surat pengakuan resmi dari lembaga tersebut.
Capaian itu dinilai menjadi bukti kemampuan talenta muda Indonesia dalam bidang keamanan siber dan teknologi digital.
Prof. JJ menegaskan, pemberian golden ticket bukan sekadar penghargaan simbolik, tetapi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan talenta digital nasional.
“Penghargaan ini bukan sekedar bentuk apresiasi, tetapi juga investasi bagi masa depan bangsa. Kami ingin memastikan talenta seperti Rehan mendapatkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, Unhas akan terus membuka ruang strategis bagi mahasiswa berprestasi melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk peluang double degree di luar negeri dan kolaborasi internasional.
“Ini bukan yang terakhir. Unhas akan terus memfasilitasi minat dan bakat generasi muda. Anak-anak Indonesia memiliki mimpi besar, dan kami percaya mereka mampu menjadi pelopor di bidang informatika maupun bidang lainnya,” tambahnya.
Prof. JJ juga menilai keberhasilan Rehan yang belajar secara otodidak menjadi bukti bahwa potensi besar dapat lahir dari berbagai latar belakang, termasuk daerah.
Sementara itu, Rehan mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan berkomitmen terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi.
“Saya berterima kasih atas kesempatan ini. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak menyerah pada keterbatasan.
“Untuk teman-teman, jika memiliki bakat, teruslah dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan, termasuk faktor ekonomi,” tambah Rehan.
Melalui langkah ini, Unhas menegaskan perannya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis prestasi.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memacu lahirnya lebih banyak talenta digital Indonesia yang siap bersaing di level global menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)

Tinggalkan Balasan