Siswa SD Athirah Belajar Kepemimpinan dan Kepercayaan Diri Lewat Drama Sultan Hasanuddin

Siswa SD Athirah Belajar Kepemimpinan dan Kepercayaan Diri Lewat Drama Sultan Hasanuddin

MATA SULSEL, MAKASSAR – Auditorium SD Islam Athirah Makassar dipenuhi tepuk tangan saat puluhan siswa kelas 5 menuntaskan pementasan drama bertajuk Ayam Jantan dari Timur, yang mengangkat kisah perjuangan Sultan Hasanuddin.

Selama tiga hari, 5–7 Mei 2026, ruang sekolah berubah menjadi panggung ekspresi bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan seni peran sekaligus mengasah keberanian tampil di depan publik.

Namun pementasan ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa.

Di balik kostum dan dialog yang dimainkan, para siswa sedang menjalani proses pembelajaran karakter, komunikasi, hingga kerja sama tim yang menjadi bagian penting dalam pendidikan modern.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP), khususnya materi seni peran.

Sebelum tampil di atas panggung, siswa lebih dulu menjalani proses latihan selama beberapa pekan, mulai dari membaca naskah, memahami karakter tokoh, hingga membangun rasa percaya diri.

Kepala SD Islam Athirah Makassar, Khasan, mengatakan pementasan drama menjadi salah satu cara sekolah mengembangkan keterampilan abad ke-21 atau konsep 4C, yakni communication, critical thinking, collaboration, dan creativity.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar menyampaikan ide, berpikir kreatif, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri. Ini adalah bagian penting dari proses pendidikan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tampil di atas panggung memberi ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi tekanan, mengelola emosi, sekaligus membangun kemampuan komunikasi sejak dini.

Selain melatih keberanian individu, proses produksi drama juga menuntut para siswa untuk bekerja dalam tim.

Setiap adegan mengharuskan mereka saling mendukung agar pementasan berjalan sesuai alur. Dari proses tersebut, siswa belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya kolaborasi.

Salah satu orang tua siswa, Mokhammad Ikhsan Nurkholis, menilai kegiatan tersebut memberi dampak positif terhadap perkembangan anak.

“Selama anak kami bersekolah di SD Islam Athirah Makassar, kami melihat ia menjadi lebih berani, percaya diri, dan mampu berkolaborasi dengan teman-temannya. Sekolah ini tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga mendidik soft skill anak-anak untuk masa depan mereka,” katanya.

Melalui pementasan drama ini, sekolah ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup yang dibutuhkan anak di masa depan.

Di atas panggung sederhana sekolah, para siswa tidak hanya belajar memerankan tokoh sejarah, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di kehidupan nyata. (*)


Diterbitkan

dalam

oleh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *