MATA SULSEL, JENEPONTO – Langkah tegas Kepala Rutan Kelas IIB Jeneponto, Adam Ridwansyah, dalam memberantas narkoba di lingkungan pemasyarakatan tidak berhenti pada penggeledahan. Jumat, 8 Mei 2026, usai memeriksa seluruh blok hunian, petugas langsung melanjutkan aksinya dengan menggelar tes urine mendadak kepada warga binaan dan seluruh jajaran petugas Rutan Jeneponto.
Hasilnya mengejutkan sekaligus membanggakan. Dari seluruh sampel urine yang diperiksa, tidak ditemukan satu pun yang positif narkoba. Artinya, nihil penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan Jeneponto.
Hasilnya Nihil, Ini Kabar Baik
Adam Ridwansyah mengumumkan langsung hasil tes urine tersebut kepada awak media. Dengan wajah lega, ia menyampaikan kabar baik ini kepada publik.
“Setelah penggeledahan blok hunian, kami langsung melakukan tes urine kepada warga binaan dan juga seluruh jajaran petugas Rutan Jeneponto. Alhamdulillah, hasilnya nihil. Tidak ada yang positif narkoba. Ini adalah kabar baik yang patut kita syukuri bersama,” ujar Adam Ridwansyah, Jumat, 8 Mei 2026.

Pria yang akrab disapa Adam ini menegaskan bahwa hasil nihil ini menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan pemasyarakatan dari barang haram tersebut.
Tes Urine Tanpa Pengecualian
Yang membuat langkah ini semakin tegas adalah fakta bahwa tes urine dilakukan tanpa pandang bulu. Baik warga binaan maupun petugas, semuanya menjalani pemeriksaan yang sama. Tidak ada pengecualian bagi siapa pun, termasuk pejabat struktural di lingkungan Rutan Jeneponto.
Proses pengambilan sampel urine dilakukan secara tertutup dan diawasi langsung oleh petugas kesehatan serta aparat gabungan dari Kepolisian dan TNI. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan dan keakuratan hasil tes.
“Semua diperiksa. Saya sebagai Kepala Rutan juga ikut dites. Tidak ada yang kebal. Ini bentuk komitmen kami bahwa kami serius memberantas narkoba dari dalam,” tegas Adam.
Bukti Konkret Program Bebas Narkoba
Hasil nihil ini menjadi bukti konkret bahwa program Bebas Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dicanangkan melalui Apel Ikrar Pemasyarakatan benar-benar berjalan efektif.
Sebelumnya, seluruh blok hunian telah digeledah secara humanis. Kini, tes urine membuktikan bahwa tidak ada indikasi penyalahgunaan narkoba baik dari warga binaan maupun petugas.

Adam Ridwansyah menyebut bahwa capaian ini adalah hasil kerja keras semua pihak.
“Ini bukan kerja saya sendiri. Ini hasil sinergi antara jajaran Rutan, Kepolisian, TNI, dan juga kesadaran dari warga binaan sendiri. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” ucapnya.
Komitmen Berkelanjutan
Meski hasil tes menunjukkan nihil, Adam menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berpuas diri. Tes urine akan terus dilakukan secara berkala, baik terjadwal maupun mendadak.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Ini adalah langkah awal. Ke depan, tes urine akan rutin kami lakukan. Kalau ada yang positif, kami tidak akan segan memberikan sanksi tegas,” pungkasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan jelas bagi siapa pun yang mencoba menyelundupkan atau menyalahgunakan narkoba di dalam Rutan Jeneponto: tidak ada tempat bagi barang haram di sini.
Respons Positif dari Berbagai Pihak
Kebijakan tegas Adam Ridwansyah mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Ketua JOIN Jeneponto, Arifuddin Lau, yang turut menyaksikan rangkaian kegiatan, mengapresiasi langkah tersebut.
“Ini adalah langkah yang patut dicontoh oleh Rutan lain. Tegas, humanis, tapi tidak pandang bulu. Hasilnya pun membuktikan bahwa Rutan Jeneponto bersih dari narkoba. Ini prestasi yang luar biasa,” ujar mantan Legislator DPRD Jeneponto tersebut.
Sementara itu, perwakilan LSM Laki, Safri Dg. Ngero, menambahkan bahwa transparansi seperti ini harus terus dijaga.
“Kami sebagai elemen masyarakat mengapresiasi keterbukaan Karutan dalam menggelar tes urine dan mengumumkan hasilnya ke publik. Ini menunjukkan bahwa Rutan Jeneponto tidak main-main dalam memberantas narkoba,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan