Takluk 3-0 Atas Arema FC, PSM Makassar Masih Dibayangi Ancaman Turun Kasta

Takluk 3-0 Atas Arema FC, PSM Makassar Masih Dibayangi Ancaman Turun Kasta

MATA SULSEL, MALANG – Dua laga tersisa seharusnya menjadi momentum aman bagi PSM Makassar. Namun yang terjadi di Stadion Kanjuruhan justru sebaliknya.

Kekalahan telak 0-3 dari Arema FC membuat posisi Juku Eja kembali rawan di papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026.

Alih-alih menjauh dari ancaman degradasi, PSM kini justru harus menjalani dua pertandingan terakhir dengan tekanan besar.

Koleksi 34 poin memang masih menempatkan tim asal Makassar itu di posisi ke-13, tetapi jarak dengan zona merah belum sepenuhnya aman.

Di saat Arema berhasil bangkit dan memutus tren buruknya, PSM justru tampil kehilangan arah sepanjang pertandingan. Tim asuhan Ahmad Amiruddin gagal keluar dari tekanan sejak menit awal laga.

Arema membuka keunggulan lewat penalti Dalberto pada menit ke-10 setelah Yuran Fernandes dianggap melanggar Gabriel Silva di kotak terlarang.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan. PSM yang mencoba mengejar ketertinggalan justru kesulitan mengembangkan permainan, sementara Arema tampil semakin percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri.

Memasuki babak kedua, tekanan Singo Edan makin sulit dibendung. Gabriel Silva menggandakan keunggulan pada menit ke-53 sebelum Joel Vinicius memastikan kemenangan lewat gol ketiga pada menit ke-69.

Skor 3-0 menutup malam buruk PSM di Malang.

Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya bagi Juku Eja yang belum mampu menemukan konsistensi di fase akhir kompetisi. Dalam situasi persaingan papan bawah yang masih ketat, setiap poin menjadi sangat menentukan.

PSM memang masih unggul tujuh poin dari tim zona degradasi. Namun dengan dua pertandingan tersisa dan performa yang belum stabil, ancaman turun kasta belum sepenuhnya hilang.

Sebaliknya, kemenangan besar ini menjadi titik balik bagi Arema FC. Tim berjuluk Singo Edan sukses mengakhiri rangkaian hasil negatif dan kini bertahan di papan tengah klasemen dengan 42 poin.

Sementara bagi PSM, dua laga terakhir musim ini tak lagi sekadar formalitas. Juku Eja kini dituntut segera bangkit jika tak ingin menutup musim dengan tekanan yang semakin besar dari papan bawah. (*)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *