MATA SULSEL, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir melalui sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Angkue, Kabupaten Bone.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi OJK Sulselbar bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bone sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat desa, khususnya kelompok nelayan.
Pelaksanaan Program EKI di Desa Angkue difokuskan pada penguatan ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan formal.
Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk mendorong pemanfaatan akses keuangan guna mendukung penguatan ekonomi masyarakat pesisir dan sektor perikanan di Kabupaten Bone.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nelayan mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk perbankan, akses pembiayaan usaha, asuransi, hingga pemahaman mengenai investasi ilegal dan penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bone yang juga Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru, mengapresiasi pelaksanaan program sinergi tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Kolaborasi antara OJK, Industri Jasa Keuangan, dan pemerintah daerah menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan. Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Angkue,” ujarnya.
OJK Sulselbar menilai penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Karena itu, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat agar akses layanan keuangan formal dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat pesisir dan wilayah pedesaan.
Melalui implementasi Program EKI yang terintegrasi dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat Desa Angkue diharapkan tidak hanya memahami layanan jasa keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkan akses tersebut untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan